Dinas Kesehatan Jayawijaya Tingkatkan Kapasitas Medis untuk Penanggulangan HIV/AIDS

- Penulis

Kamis, 15 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dengan menggelar pelatihan intensif penanggulangan HIV/AIDS. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih responsif dan berdaya guna dalam menangani tantangan kesehatan masyarakat.

Pelatihan ini melibatkan tenaga medis dari berbagai daerah, termasuk Jayawijaya, Yalimo, Mamberamo Tengah, Tolikara, dan Lanny Jaya, serta tenaga kesehatan dari rumah sakit setempat. Selain menghadirkan narasumber dari Provinsi Papua Induk, kegiatan ini juga didukung oleh lembaga yang fokus pada penanganan HIV/AIDS di Papua.

Meningkatkan Kapasitas dan Kesadaran
Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, Lesmana Tabuni, SKM MM, menegaskan bahwa kesehatan masyarakat tidak bisa hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi harus ditopang oleh tenaga medis yang terlatih dan memiliki semangat tinggi.

“Penanggulangan HIV/AIDS adalah tantangan serius. Bukan sekadar isu lama, tetapi ancaman nyata yang harus ditangani dengan strategi tepat dan tenaga medis yang kuat,” tegasnya.

Mobilisasi penduduk yang semakin tinggi di Papua Pegunungan meningkatkan potensi penyebaran HIV/AIDS, sehingga tenaga medis harus dipersiapkan dengan baik untuk melakukan deteksi dini, memberikan edukasi, dan menangani pasien secara profesional.

Selama dua hari berturut-turut, peserta mendapatkan materi dari pakar HIV/AIDS dan mengikuti diskusi interaktif tentang strategi penanggulangan penyakit. Mereka juga diwajibkan menerapkan ilmu yang diperoleh, agar dapat aktif melakukan kampanye edukasi saat kembali ke wilayah tugas masing-masing.

Pendekatan Terpadu untuk Pencegahan HIV/AIDS
Pelatihan ini juga memastikan tenaga medis memahami pentingnya deteksi dini, terutama bagi ibu hamil, usia produktif, dan orang dewasa.

“Kami tidak hanya ingin peserta sekadar menerima teori, tetapi mereka harus membawa perubahan nyata. Mereka harus menjadi agen perubahan, mengedukasi masyarakat, dan memastikan penanggulangan HIV/AIDS dilakukan dengan pendekatan yang lebih efektif,” tambah Lesmana Tabuni.

Sebagai pusat perputaran ekonomi dan pendidikan, Kabupaten Jayawijaya menjadi daerah yang lebih rentan terhadap peningkatan kasus HIV/AIDS. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat harus diperkuat, dan tenaga medis ditingkatkan kapasitasnya untuk menghadapi tantangan ini.

“Dengan pelatihan ini, tenaga kesehatan di Jayawijaya tidak hanya berperan sebagai garda terdepan dalam penanganan HIV/AIDS, tetapi juga menjadi katalisator perubahan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan,” tutupnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam penanggulangan HIV/AIDS di Papua Pegunungan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

Kapolda Papua Tengah Apresiasi Kinerja Bupati Puncak Saat Peresmian Guest House Elvis Tabuni
Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala
Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai
Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati
Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:04 WIT

Kapolda Papua Tengah Apresiasi Kinerja Bupati Puncak Saat Peresmian Guest House Elvis Tabuni

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27 WIT

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIT

Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:37 WIT

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIT

Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

Berita Terbaru