Daerah

Debit Sungai Meluap, Pemukiman dan Perkebunan Warga Tiga Distrik di Lanny Jaya Terendam

TIOM —Dilaporkan pada Senin pagi, 7 April 2025, di beberapa tempat di Kabupaten Lanny Jaya diguncang bencana banjir dan longsor akibat curah hujan sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Tiga distrik utama—Kuyawage, Wamoperak, dan Goa—menjadi titik paling parah terdampak, dengan ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan akses jalan terputus.

Kepala BPBD Kabupaten Lanny Jaya Perius Wenda S.Pd yang berhasil di konfimasi menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda pemukiman warga ini diakibatkan hujan deras sehingga memicu debit sungai naik dan akhirnya mengenai pertanian dan pemukiman warga di tiga distrik di Kabupaten Lanny Jaya.

“Bancana terjadi akibat tingginya curah hujan sehingga debit air disungai naik dan mengenai perkebunan warga dan juga tempat tinggal warga,”tegasnya.

Dari hasil data yang diperoleh oleh BPBD Kabupaten Lanny Jaya yang terkena dampak meliputi:

Distrik Kuyawage

Enam kampung dilaporkan terdampak, termasuk Kampung Tumbur (67 KK), Kampung Kuyawage (27 KK), dan Kampung Tigenite-Yoyomobse (75 KK). Total lebih dari 296 KK di distrik ini harus menghadapi dampak langsung bencana.

Distrik Wamoperak

Lima kampung mengalami kerusakan, dengan Kampung Timine dan Kampung Mume masing-masing mencatat 57 KK terdampak. Secara keseluruhan, 221 KK di distrik ini dilaporkan terdampak.

Distrik Goa

Tujuh kampung dilanda banjir dan longsor, termasuk Kampung Kimi (9 KK + 1 orang), Kampung Guslonik (17 KK), dan Kampung Balinmere (16 KK). Total 97 KK serta satu korban individu tercatat dalam laporan resmi.

“Bencana terjadi sekitar pukul 07.00 WIT. Hujan deras menyebabkan debit sungai meningkat tajam, memicu banjir dan longsor yang melanda pemukiman warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lanny Jaya melalui PUSDALOPS-PB. Kami telah melaporkan pimpinan dan upaya upaya penanganan akan segera kami lakukan,”tegasnya.

Selain itu Ia juga berharap ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan pemerintah Pusat yakni kementerian terkait dan juga BNPB RI dalam membantu kebutuhan warga dan juga mengembalikan kondisi perkebunan dan juga pemukiman warga.

Selain itu salah satu warga, Maria berharap ada bantuan dan juga upaya – upaya penanggulangan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, provinsi dan juga pemerintah pusat dalam membantu perkebunan danjuga tempat tinggal mereka.

“Banjir air meluap dari kali dan kena pemukiman dan merendam perkebunan kami sehingga kami gagal panen dan kebun rusak. Kami harap ada bantuan dari pemerintah,”Pungkasnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

JAYAPURA – Situasi keamanan di Tanah Papua kembali menjadi sorotan setelah eskalasi baku tembak antara…

4 jam ago

PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang

JAYAPURA – Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Papua bersama PBB Kota Jayapura dan PBB Kabupaten…

5 jam ago

Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara

Jayapura, 16 April 2026 – Polres Tolikara melalui perwakilannya melaksanakan penjemputan terhadap Aiptu Dominggus Gannaran,…

5 jam ago

Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara

Tolikara, 16 April 2026 – Situasi keamanan di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, mendapat perhatian serius…

5 jam ago

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Tolikara, 15 April 2026 – Aksi keributan antarwarga yang terjadi di Desa Mairini, Distrik Bokondini,…

15 jam ago

Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo

Yahukimo – Kontak tembak antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap…

16 jam ago