Dana Otsus Papua Dipotong, DPRP Minta Pemerintah Pusat Evaluasi Kebijakan

- Penulis

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 24 November 2025 — Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pegunungan (DPRP) menyampaikan protes keras terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak adil dalam alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2026. Ketua DPRP Papua Pegunungan, Yos Elopere, mempertanyakan alasan di balik pemotongan dana Otsus untuk Papua, sementara Provinsi Aceh justru mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 8 triliun.

Dalam pernyataannya, Elopere menilai kebijakan tersebut tidak rasional, mengingat kondisi geografis dan tantangan pembangunan di wilayah Papua Pegunungan yang sangat kompleks. Ia menegaskan bahwa akses ke delapan kabupaten di provinsi tersebut sangat terbatas dan sebagian besar hanya bisa dijangkau melalui jalur udara.

“Kami sudah sampaikan ke Menteri Dalam Negeri bahwa efisiensi anggaran untuk Papua, khususnya Papua Pegunungan, sebaiknya ditunda dulu. Semua akses di sini menggunakan pesawat. Contohnya di Kabupaten Yahukimo, untuk ke distrik-distrik saja harus naik pesawat,” ujar Elopere.

DPRP Papua Pegunungan juga mempertanyakan dasar pemberian tambahan dana Otsus kepada Aceh, sementara Papua yang juga berstatus daerah otonomi khusus tidak mendapatkan perlakuan serupa. Elopere menyayangkan keputusan pemerintah pusat yang dianggap tidak mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat Papua.

“Kami kecewa karena dipaksakan harus ada pemekaran provinsi, tapi anggaran tidak diberikan secara maksimal. Ini adalah aspirasi kami kepada Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.

Menurut Elopere, pemotongan dana Otsus akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Biaya kebutuhan pokok dan transportasi yang sudah tinggi akan semakin membebani warga jika tidak diimbangi dengan dukungan anggaran yang memadai.

“Papua Pegunungan ini sebenarnya tidak baik-baik saja, tapi seolah-olah dipaksa untuk terlihat baik-baik saja. Padahal, kami butuh dukungan nyata dari pusat, termasuk dalam pembukaan lapangan kerja seperti rekrutmen CASN,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menyatakan bahwa alokasi dana Otsus untuk Papua dan Aceh pada tahun 2026 sebesar Rp 13,1 triliun tidak termasuk dalam program efisiensi anggaran nasional. Dari jumlah tersebut, Papua menerima Rp 8,41 triliun, Aceh Rp 3,73 triliun, dan sisanya untuk Dana Tambahan Infrastruktur (DTI)⁽¹⁾⁽²⁾.

Meski demikian, DPRP Papua Pegunungan menilai alokasi tersebut belum mencerminkan kebutuhan riil di lapangan, terutama setelah pemekaran wilayah yang menambah beban fiskal daerah.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga
Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai
BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint
Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah
Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah
Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 08:37 WIT

Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIT

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:51 WIT

Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIT

BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:00 WIT

Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Berita Terbaru