KENYAM, 19 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Nduga kembali menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan stunting melalui kegiatan Pertemuan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting dengan tema “Penguatan Perencanaan dan Penguatan Pelaksanaan”. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga dan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tenaga kesehatan, kepala distrik, serta berbagai pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Bupati Nduga, Yoas Beon, S.IP, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan persoalan pembangunan manusia yang menyangkut kualitas pendidikan, produktivitas, kesejahteraan keluarga, dan masa depan generasi muda Nduga.
“Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kerja bersama dan sinergi lintas sektor,” tegas Bupati Yoas.
Bupati menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program, mulai dari pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi, penyediaan air bersih dan sanitasi, pola asuh keluarga, hingga perlindungan ibu dan anak.
Kegiatan aksi konvergensi ini disebut memiliki arti penting karena menyatukan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi dari berbagai sektor agar intervensi pencegahan stunting berjalan terpadu dan tepat sasaran.
Dalam arahannya, Bupati Yoas menekankan pentingnya koordinasi data dan transparansi anggaran. Ia menyebut pengalaman tiga tahun terakhir menunjukkan hasil positif, namun perlu ditingkatkan dengan pengelolaan data yang lebih baik.
Arahan khusus yang disampaikan antara lain:
Bupati menegaskan bahwa pencegahan stunting telah menjadi agenda nasional dengan dukungan anggaran setiap tahun dan dipantau langsung oleh Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri. Karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada lagi miskomunikasi maupun miskordinasi antar instansi.
“Mari sama-sama kita jadikan pembangunan generasi Nduga sebagai prioritas bersama. Anak-anak Nduga adalah masa depan daerah ini. Mereka harus tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam penutupnya, Bupati Yoas menekankan bahwa apa yang dilakukan saat ini akan berdampak besar dalam 10 hingga 20 tahun ke depan. Generasi muda Nduga diharapkan tumbuh sehat dan menjadi penentu masa depan daerah.
“Anak-anak ini akan tumbuh dengan sehat, dan masa depan Kabupaten Nduga ada di tangan mereka sendiri,” tutupnya.
MIMIKA – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali diduga melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat di Kampung…
Jakarta, 19 Agustus 2026. Pengungsian yang terjadi di beberapa kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, Provinsi…
Jakarta - Sebanyak 446 Kantor Pertanahan (Kantah) di penjuru Indonesia telah menerapkan layanan Pengukuran Terjadwal,…
KENEYAM, 19 Agustus 2026 – Bupati Nduga, Yoas Beon, S.Ip, menghadiri acara Pengambilan Sumpah dan…
TIOM, 19 Agustus 2026 – Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd, didampingi Sekda, Asisten II,…
Mulia, 19 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK)…