BPBD Gelar KIE di Puncak Jaya, Yahya: Terus Lakukan Edukasi Untuk Puncak Jaya Tetap Aman

- Penulis

Sabtu, 10 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MULIA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Puncak Jaya melakukan sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi (KIE) di beberapa lokasi rawan bencana. Kegiatan ini bertempat di Gedung Serba Guna, Pruleme.

Ditemui pers, Kepala BPBD Matius Kiwo, SE, MM mengatakan bahwa ini pertama kalinya kami memberikan atau mengadakan sosialisasi kepada tokoh gereja. Selanjutnya yang akan memberikan materi adalah dari BPBD Pusat dan BPBD Provinsi Papua.

“Kami memberikan materi kepada tokoh gereja untuk selanjutnya disampaikan kepada masyarakat atau jemaatnya di gereja. Beberapa poin penting yaitu untuk tidak membangun dipinggir sungai (kali)” bebernya.

Dirinya mengajak semua masyarakat untuk sama-sama menjaga alam. “Mari kita sama-sama menjaga alam, hal ini demi kebaikan kita semua di Puncak Jaya,” ajaknya.

Ditempat yang sama, mewakili PJ. Bupati Yahya Wonorenggo, S.IP.,M.Sos mengatakan “Terkait dengan bencana alam yang telah di Puncak Jaya, hal ini merupakan peristiwa yang sangat serius. Kami selaku Pemerintah Daerah sudah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi sehingga kejadian seperti tanah longsor, banjir yang sering terjadi agar tidak terjadi lagi. Mengingat Puncak Jaya berada di daerah Pegunungan dan rawan longsor. Sehingga saya minta pihak terkait agar selalu memberikan edukasi untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk mengambil langkah-langkah untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan dilarang membangun rumah di dataran sungai,” imbuhnya.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah. “Beberapa waktu yang lalu kita telah melihat peristiwa banjir yang terjadi di Distrik Kiyage dan kami bersyukur ada perhatian serius dari pemerintah pusat melalui Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Puncak Jaya untuk meninjau langsung tempat kejadian tersebut,” terangnya.

Ia berharap kedepannya Pemerintah Puncak Jaya terus melakukan edukasi melalui dinas terkait sehingga Puncak Jaya aman dan terkendali.

Yahya menambahkan “Musibah pasti akan terjadi dan tidak bisa ditebak. Upaya Kita adalah dengan upaya mitigasi yang telah diambil oleh dinas terkait untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para tokoh agama, kepala kampung, sehingga 27 distrik dan 302 kampung sangat kami dukung. Semoga dengan edukasi awal segala sesuatu terkendali dan tingkat kerugian material bahkan korban jiwa dapat dikurangi” pungkasnya. (naya)

Berita Terkait

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik
PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang
Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara
Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara
Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat
Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo
Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:37 WIT

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

Kamis, 16 April 2026 - 17:18 WIT

PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIT

Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara

Kamis, 16 April 2026 - 16:36 WIT

Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara

Kamis, 16 April 2026 - 06:56 WIT

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Berita Terbaru