Wamena, 29 Maret 2026 — Menjelang puncak Syukuran Tongkonan Wamena yang akan digelar pada 30 Maret 2026, Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, melaksanakan tradisi Mangrampun Bai atau pengumpulan babi sebagai bagian penting dari rangkaian adat. Kegiatan ini berlangsung di halaman Gedung Tongkonan Wamena.
Ketua IKT Kabupaten Jayawijaya, Yohanis Tuku, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi adat Toraja yang memiliki makna mendalam, khususnya dalam mempersiapkan pelaksanaan syukuran rumah adat Tongkonan. “Hari ini kita melaksanakan pengumpulan babi yang berasal dari berbagai pihak, mulai dari Bapak Gubernur selaku penasehat, delapan kabupaten di Papua Pegunungan, hingga 32 pilar organisasi, serta dukungan dari Provinsi Papua induk, IKT Labewa, pemuda IKT, dan berbagai komunitas lainnya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok atau persekutuan yang membawa babi berbaris dengan tertib dan memasuki area pengumpulan secara bergiliran. Nama-nama penyumbang disebutkan satu per satu sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan dalam tradisi adat.
Menurut Yohanis, kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju hari puncak syukuran Tongkonan yang telah dibangun sejak 27 tahun lalu. “Besok adalah momentum bersejarah bagi seluruh warga IKT di Provinsi Papua Pegunungan, sebagai wujud syukur atas berdirinya Tongkonan yang menjadi simbol identitas dan kebersamaan,” tambahnya.
Tradisi Mangrampun Bai sendiri memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, sebagai persiapan kurban ritual dalam puncak acara Mangrara Banua (syukuran Tongkonan). Kedua, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkat dan penyertaan-Nya, khususnya atas pembangunan atau perbaikan Tongkonan di Jayawijaya. Ketiga, untuk mempererat hubungan kekerabatan, persaudaraan, dan kebersamaan di antara masyarakat Toraja, terutama yang berada di tanah rantau.
Babi-babi yang telah dikumpulkan nantinya akan dibagikan secara adat kepada berbagai pihak, seperti pemerintah, Majelis Rakyat Papua (MRP), lembaga adat LMA, serta para tokoh dan perintis masyarakat di Kabupaten Jayawijaya sebagai bentuk penghargaan dalam budaya Toraja.
Selain prosesi adat, pada puncak acara syukuran Tongkonan besok juga akan disiapkan panggung hiburan yang akan diisi oleh artis yang didatangkan langsung dari Toraja. Sehubungan dengan itu, Ketua IKT mengimbau seluruh keluarga besar IKT yang ada di Provinsi Papua Pegunungan untuk dapat hadir bersama-sama memeriahkan acara tersebut.
Melalui kegiatan ini, IKT Jayawijaya berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan persatuan terus terjaga di tengah kehidupan masyarakat Toraja di Papua Pegunungan. Tradisi ini sekaligus menjadi simbol kuatnya ikatan kekeluargaan yang tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.
Wamena – Gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten…
TIMIKA – Kesan pertama yang dirasakan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat menginjakkan kaki…
Nduga – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan pangan berupa 4…
Dokome, 17 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,…
Wuyuneri, 15 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak…
Lombok Barat, 16 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi…