Daerah

APMS Putra Baliem Mandiri Tegaskan Status Lahan SPBU Sudah Inkrah

Wamena, 28 Januari 2026 – Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri menegaskan bahwa status lahan SPBU yang mereka kelola di Kota Wamena telah diputus secara inkrah melalui putusan Mahkamah Agung (MA). Putusan tersebut menyatakan lahan dikembalikan kepada masyarakat pemilik hak ulayat adat dan tidak lagi menjadi aset pemerintah daerah.

Penegasan itu disampaikan pada Rabu (28/1/2026), menanggapi polemik kepemilikan lahan SPBU yang kembali mencuat dalam pemberitaan sejumlah media.

“Putusan MK sudah inkrah. Artinya, tanah dikembalikan ke adat dan proses kepemilikan harus dimulai lagi dari awal,” ujar pengelola.

Putusan MK dan Implikasi Hukum

– Putusan MK bersifat final dan mengikat, sehingga secara hukum lahan SPBU tidak lagi berada dalam penguasaan pemerintah daerah maupun pihak lain.

– Pengelola menilai klaim pemerintah daerah atas lahan tersebut tidak lagi relevan pasca putusan.

Langkah Hukum dan Adat

Sebagai tindak lanjut, pengelola APMS Putra Baliem Mandiri menempuh jalur hukum dan adat:
– Januari 2025: dilakukan pelepasan adat dan perjanjian jual beli lahan dengan masyarakat pemilik hak ulayat, termasuk Jacobus Kosay.

– 22 Juli 2025: Kantor BPN Jayawijaya melakukan pengukuran ulang dan pengembalian batas patok lahan, dimediasi Polres Jayawijaya serta disaksikan perwakilan pemerintah daerah, tokoh adat, dan Ketua LMA Distrik Wamena.

– Hasil pengukuran telah diterbitkan dalam bentuk peta lahan resmi oleh BPN.

Kendala Administrasi

Meski proses hukum dan adat telah ditempuh, sertifikasi tanah belum dapat dituntaskan karena terkendala dokumen pajak:
– NJOP
– PBB
– BPHTB

BPN Jayawijaya bahkan menerbitkan surat keterangan tertanggal 26 Agustus 2025 yang menyatakan permohonan sertifikat tanah belum dapat diproses akibat kekurangan dokumen pajak. Surat klarifikasi itu telah disampaikan kepada pemerintah daerah, namun belum mendapat tindak lanjut.

Dampak terhadap Operasional

Pengelola menekankan bahwa kepastian hukum atas lahan sangat penting karena Pertamina meminta bukti kepemilikan sah sebagai syarat perpanjangan izin operasional SPBU.
Atas berlarutnya proses administrasi, APMS Putra Baliem Mandiri melaporkan persoalan ini ke Polda Papua pada September 2025.

“Kami tunduk pada aturan dan putusan MK. Yang kami perjuangkan hanyalah hak kami untuk berusaha secara sah di atas tanah yang status hukumnya sudah jelas,” tegas pengelola.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polres Nduga Latih Pelajar SMK Kenyam dengan PBB, Tanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab Sejak Dini

NDUGA – Polres Nduga terus mendorong pembinaan karakter dan kedisiplinan di kalangan generasi muda. Salah…

10 jam ago

STT Arastamar Wamena Kukuhkan 87 Lulusan, Perkuat Komitmen Pendidikan Tinggi Papua Pegunungan

WAMENA, 26 September 2026 — Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Wamena kembali mencetak sumber daya…

11 jam ago

Razia Malam di Wamena, Polisi Amankan Ballo dan Cap Tikus dari Lokasi Produksi

WAMENA – Satuan Reserse Narkoba Polres Jayawijaya kembali menggelar razia dan hunting terhadap lokasi yang…

20 jam ago

Papua Pegunungan Hadir di Kriyanusa 2026, Perkenalkan Kerajinan Lokal dan Identitas Budaya ke Panggung Nasional

JAKARTA, 26 September 2026 — Membawa semangat memperkenalkan kekayaan budaya dan karya perajin dari tanah…

20 jam ago

Papua Pegunungan Bawa Identitas Budaya ke Panggung Nasional, Stan Kriyanusa 2026 Jadi Sorotan Pengunjung JCC Jakarta

JAKARTA, 26 September 2026 — Membawa kekayaan budaya dari tanah Pegunungan Papua ke panggung nasional,…

20 jam ago

Pemkab Puncak Jaya Dukung Pengaktifan Kembali RS Imanuel, Sinergi Pemerintah dan Gereja Perkuat Akses Pelayanan Kesehatan Masyarakat

MULIA, 25 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya mendukung pengaktifan kembali pelayanan Rumah Sakit…

1 hari ago