Aksi Pemalangan Dukcapil Jayawijaya: Warga Soroti Transparansi dan Profesionalisme

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 27 FEBRUARI 2026 – Aksi pemalangan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Jayawijaya masih berlanjut pada Kamis, (26/2/2026) kemarin. Warga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan yang dinilai tidak adil dan tidak transparan.

Salah satu warga, Wempi Asso, menuturkan bahwa masyarakat sudah datang sejak pukul 06.00 WIT, namun kantor baru dibuka sekitar pukul 08.00 hingga 08.30 WIT. Dalam waktu sekitar 30 menit, petugas menyampaikan bahwa nomor antrean telah habis sehingga warga yang menunggu sejak pagi diminta pulang. Hal ini memicu adu mulut antara warga dan petugas.

Wempi menegaskan, pemalangan dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap pelayanan Dukcapil. Ia menolak adanya praktik sukuisme dan jalur belakang dalam pelayanan. Menurutnya, ada kasus seorang ibu dari luar Papua yang diduga mendapat pelayanan tanpa antrean resmi, sehingga memicu emosi warga. Ia meminta pimpinan Dukcapil segera melakukan evaluasi staf dan menambah operator dari anak asli daerah.

Di lokasi yang sama, Frank Aritonang menjelaskan bahwa pembatasan pelayanan dilakukan berdasarkan surat edaran pemerintah selama bulan Ramadan. Nomor antrean dibatasi hanya 30 hingga 40 orang per hari, khusus untuk masyarakat yang melakukan perbaikan data. Sedangkan layanan kehilangan dokumen atau perekaman tanpa perubahan data langsung diarahkan ke petugas tanpa antrean.

Frank juga menyoroti kondisi operator honorer yang belum menerima gaji sejak Januari.

“Mereka sudah lama melayani masyarakat, namun hingga kini belum menerima haknya,” ujarnya.

Aksi pemalangan ini menjadi sorotan warga yang berharap pelayanan Dukcapil lebih profesional, transparan, dan adil bagi seluruh masyarakat Jayawijaya.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Pesan Firman Tuhan di Gereja GPSDI Kristus Ajaib: Kapolres Dogiyai Ingatkan Bahaya Kepahitan dan Pentingnya Toleransi Antarumat
Razia Pekat di Depan Pos Kota Nabire, Polisi Sita 15 Motor Tanpa Surat, Puluhan Sajam, serta Minuman Keras Berbagai Jenis
Bantuan Beras, Mi Instan, dan Pakaian Layak Pakai dari Pemkab Puncak Jaya Ringankan Beban Keluarga Korban Bencana Alam di Kwiyawagi
Minggu Kasih di Nabire, Kapolda Ajak Gereja Selamatkan Masa Depan Generasi Muda Papua
Guru SD Negeri Mulia Ikuti Pelatihan AI Dasar, Belajar ChatGPT hingga Gemini untuk Mendukung Pembelajaran Kreatif
Kapolda Papua Tengah Ajak Generasi Muda Jadikan Musik Reggae sebagai Sarana Persatuan, Kreativitas, dan Prestasi Daerah
Empat Pokja TP-PKK Lanny Jaya Jalankan Program Nyata dari Pembinaan Karakter hingga Pencegahan Stunting
Kapolres Piter Kendek Tekankan Keamanan Bukan Hanya Tugas Polisi, Semua Elemen Masyarakat Harus Bersinergi Jaga Dogiyai Kondusif

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:22 WIT

Pesan Firman Tuhan di Gereja GPSDI Kristus Ajaib: Kapolres Dogiyai Ingatkan Bahaya Kepahitan dan Pentingnya Toleransi Antarumat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:56 WIT

Razia Pekat di Depan Pos Kota Nabire, Polisi Sita 15 Motor Tanpa Surat, Puluhan Sajam, serta Minuman Keras Berbagai Jenis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:36 WIT

Bantuan Beras, Mi Instan, dan Pakaian Layak Pakai dari Pemkab Puncak Jaya Ringankan Beban Keluarga Korban Bencana Alam di Kwiyawagi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:27 WIT

Minggu Kasih di Nabire, Kapolda Ajak Gereja Selamatkan Masa Depan Generasi Muda Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:46 WIT

Guru SD Negeri Mulia Ikuti Pelatihan AI Dasar, Belajar ChatGPT hingga Gemini untuk Mendukung Pembelajaran Kreatif

Berita Terbaru