Program Inovasi Rumah Gizi 1000 HPK Pemkab Tolikara di Apresiasi BKKBN Papua

- Penulis

Jumat, 16 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BKKBN Provinsi Papua, Drs. Nerius Auparai, M.Si didampingi Penjabat Bupati Marthen Kogoya, SH.,M.AP, saat melihat kondisi anak di rumah 1000 HPK, Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara. foto istimewa

Kepala BKKBN Provinsi Papua, Drs. Nerius Auparai, M.Si didampingi Penjabat Bupati Marthen Kogoya, SH.,M.AP, saat melihat kondisi anak di rumah 1000 HPK, Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara. foto istimewa

TOLIKARA, POTRETPapua.com – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Papua, Drs. Nerius Auparai, M.Si memberikan apresiasi sertinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara saat berkunjung ke rumah Gizi di Karubaga, Jumat (16/6/2023).

Menurut Nerius Auparai, pemberian makanan bergizi dan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Tolikara sejak tahun 2014 hingga saat ini, sangat penting dalam mengatasi masalah stunting.

“Di tempat lain di Papua tidak ada seperti ini, kasih makan ibu hamil, ibu menyusui dan anak setiap hari. Ini cuma ada di Tolikara. Harapan saya hal ini terus ditingkatkan, yang kurang diperbaiki lagi dan harus menjangkausekian banyak ibu hamil dan ibu menyusui yang bisa datang kesini (rumah gizi). Jadi Pelayanan di Posyandu harus terus ditingkatkan sehingga generasi emas yang kita siapkan untuk tahun 2045 itu bisa tercapai,” ucapnya.

Nerius Auparai juga mengatakan, Program 1000 HPK di Tolikara layak dipertahankan dalam memutus mata rantai stunting. Ia pun meminta agar pemerintah kabupaten/kota lain perlu belajar dari Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam pelayanan asupan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui dan anak.

“Yang digagas Pemerintah Kabupaten Tolikara ini luar biasa. Orang lain bisa datang belajar dari Tolikara karena ini hal yang sangat penting untuk mempersiapkan generasi unggul di waktu yang akan datang. Program ini sudah dipersiapkan di Tolikara sejak bupati Usman G. Wanimbo dan timnya sangat luar biasa, di Kabupaten lain tidak ada,” imbuhnya.

Guna mecapai target pelayanan yang maksimal upaya dalam mengatasi masalah stunting, Nerius Auparai meminta kepada Tim Gizi agar memberikan pelayanan sebaik mungkin. Segala kekurangan dalam pelayanan hendaknya disampaikan kepada pimpinan Dinas Kesehatan agar segera dicarikan solusi yang tepat.

“Harapan saya setiap ibu bisa datang ke Posyandu untuk mendapat pelayanan. Jika ada hal yang kurang maka Tim Gizi harus melapor ke Dinas Kesehatan untuk segera lakukan tindakan dan selanjutnya Pemerintah Daerah bisa mengambil kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Nerius Auparai juga memberikan apresiasi secara khusus kepada Penjabat Bupati Marthen Kogoya, SH.,M.AP yang mempertahankan Program 1000 HPK dan mencetuskan program Sarapan Sehat Anak Sekolah (Sarasehan). Menurutnya keseriusan dalam mengatasi masalah stunting ini perlu didukung oleh semua pihak.

“Jadi yang dijalankan di Tolikara saat ini, khsusunya yang digagas Penjabat Bupati Marthen Kogoya saat ini sangat bagus. Selain kasih makan ibu hamil dan anak-anak, sekarang kasih makan anak-anak sekolah. Kalau Program 1000 HPK dan Program Sarapan Sehat Anak Sekolah (Sarasehan) ini sudah menjangkau semua distrik,itu sudah sangat-sangat luar biasa dalam mengatasi masalah stunting dan melahirkan generasi unggul Papua,” pungkasnya.

Program 1000 (HPK) mulai jalan dari tahun 2014 hingga sekarang. Sudah mulai jalan di beberapa titik untuk menjangkau distrik tetdekat yaitu di  Distrik Karubaga,  Distrik Bokondini, Distrik Kanggime, Distrik Kembu/Mamit, Distrik Nabunage dan Distrik Wenam.

Inovasi 1000 HPK ini dibuat dalam rangka menekan angka kematian anak dan juga menekan stunting serta mempersiapkan generasi unggul di waktu yang akan datang.

Penulis : John Roy Purba

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun
Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026
Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa
Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga
Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai
BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:55 WIT

Polda Papua Tengah Wujudkan Harapan, Motor Ibu Sari Kembali Setelah 1,5 Tahun

Senin, 1 Juni 2026 - 15:31 WIT

Polda Papua Tengah Tangani 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari–Mei 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 13:56 WIT

Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 08:37 WIT

Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIT

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Berita Terbaru