Tangani KKB Papua, Panglima TNI: Apabila Hambatan Dengan Sejata, Tindakan Terakhir Kita Lawan Dengan Senjata

- Penulis

Jumat, 8 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA-Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan mengenai kunjungannya bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo ke Provinsi Papua guna menerima paparan dari Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih XVII/Cenderawasih tentang kondisi terkini tanah Papua.

“Pertama untuk menangani OPM yang masih berulah kita menggunakan soft approach ya dari TNI akan mengedepankan operasi teritorial dengan intelijen tentunya juga kita menggunakan hard approach itu adalah tindakan yang terakhir apabila  hambatan itu menggunakan senjata kita lawan dengan senjata,”Ungkapnya kepada media, Jumat (8/12/2023)

Namun penanganan KKB atau OPM di Tanah Papua adalah opsi terakhir dari pihak TNI/Polri. Penanganan KKB atau OPM di Tanah Papua dilakukan bertunuan untuk operasi teritorial mempercepat pembangunan di wilayah Papua.

“Kalau kita lihat bahwa Papua ini diberikan anggaran yang sangat tinggi, tetapi masih ada kesenjangan sosial di masyarakat Papua,”Tegasnya.

Keberadaan TNI/Polri di Papua selain menjaga teritorial adalah untuk membantu program-program pemerintah. Tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

“Tentunya TNI berkolaborasi dengan instansi lain seperti Polri dan kementerian atau lembaga yang terkait dan pemerintah daerah yang ada,”Tambahnya.

Selain itu pihaknya juga membahas mengenai masuk musim hujan yang kemungkinan tentang bencana alam yang akan terjadi di Tanah Papua. Kemudian tentang Pemilu, dimana pihaknya telah melaksanakan deklarasi damai Pemilu 2024 yang dilaksanakan oleh TNI, Kapolri, dan 10 elemen masyarakat yang ada di Papua.

Disinggung mengenai keberadaan pilot susi air yang disandera telah mencapai 10 bulan?l, Panglima mengatakan pihaknua menggunakan soft approach kemudian penggunaan diplomasi lewat Forkopimpda yang ada di wilayah tersebut.

Sementara itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan mengenai daerah yang rawan dengan gangguan senjata pihaknya bersinergi dengan TNI dan seluruh stakeholder tentunya memiliki tugas untuk mengawal dan mengamankan tahapan Pemilu sehingga semuanya bisa berjalan aman dan lancar.

“Terkait dengan kegiatan-kegiatan yang kita lakukan selama ini di mana-mana kita selalu mengawal dan menyerukan. Menyaksikan masyarakat atau pun dari KPU mungkin ya dari Bawaslu menyelenggarakan komitmen Pemilu damai. Jadi saya kira ini menjadi penting dan harus terus digelorakan sehingga Pemilu berjalan dengan aman dan tertib, masyarakat juga bebas memilih yang menjadi keinginannya,”Pungkasnya.(*)

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai
BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint
Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah
Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah
Pemkab Nduga Tegaskan Disiplin Guru: Data Tenaga Pendidik Dimutakhirkan
Aksi Jambret Berakhir di Laut, Polisi Gunakan Kapal Cepat untuk Tangkap Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIT

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:51 WIT

Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIT

BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:00 WIT

Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:18 WIT

Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah

Berita Terbaru