Kobakma, Papua Pegunungan — Semarak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah. Gereja Bethel Kobakma bersama masyarakat membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter sebagai simbol cinta tanah air, Jumat–Sabtu (13–14/8/2026).
Kegiatan ini melibatkan sekitar 450 anak Sekolah Minggu, pengasuh, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dipimpin Pdt. Andreas Soklayo, suasana penuh kekeluargaan tercipta lewat perlombaan khas 17 Agustus, kuis, hingga tradisi bakar batu yang mempererat persaudaraan.
Semangat Nasionalisme dan Kerukunan
Para pengasuh Sekolah Minggu menanamkan nilai persaudaraan, toleransi, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan nasionalisme kepada generasi muda. Tokoh adat dan tokoh agama yang hadir mengingatkan masyarakat agar menjaga keamanan serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah damai, bukan kekerasan.
“Menang atau kalah bukan yang utama. Yang penting kita tetap saudara, berkumpul dengan sukacita, dan menjaga kedamaian,” pesan yang disampaikan dalam kegiatan.
Tradisi dan Kebersamaan
Selain perlombaan, masyarakat menikmati tradisi bakar batu sebagai sarana kebersamaan. Hidangan hasil bakar batu disantap bersama dalam suasana penuh persaudaraan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mamberamo Tengah Ittaman Thago, Ketua DPRD Pieter Togodly, Sekda Feddy Jitmau, Ketua LMA Distrik Kobakma Bogol Mabel, Kepala Kampung sekaligus Kepala Suku Kobakma Leo Endambia, serta tokoh gereja dan masyarakat lainnya.
Pesan Persatuan dari Kobakma
Perayaan ini menjadi bukti peran aktif gereja dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memperkuat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Mamberamo Tengah diharapkan terus menjadi wilayah yang aman, damai, dan harmonis.
Sorak semangat menggema di akhir acara: “Wa… wa… wa…! Mamberamo Tengah! Wa… wa… wa…! Papua Pegunungan! Wa… wa… wa…! Indonesia Merdeka!”















