WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mendorong perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi berkembang menjadi ruang publik yang mampu meningkatkan literasi, kreativitas, keterampilan, hingga produktivitas masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Asisten II Setda Kabupaten Jayawijaya, Lekius Yikwa, S.IP, saat menghadiri kegiatan lomba baca puisi dan cerita rakyat yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jayawijaya, Senin (28/9/2026).
Lekius menyampaikan apresiasi kepada para peserta, guru pendamping, serta pihak sekolah yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pengembangan karakter, literasi, dan pelestarian budaya sejak usia dini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, saya menyampaikan selamat datang kepada anak-anak peserta lomba beserta para guru pendamping,” ujar Lekius.
Ia mengatakan, keberadaan perpustakaan perlu terus dikembangkan sehingga tidak lagi dipandang sebatas tempat membaca. Perpustakaan diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkarya, melatih keterampilan dan memperoleh akses informasi secara luas.
Menurutnya, transformasi tersebut penting untuk membantu mengurangi kesenjangan digital dan pengetahuan di tengah masyarakat. Selain itu, perpustakaan juga diharapkan dapat mendorong produktivitas warga sekaligus membuka peluang munculnya pelaku-pelaku UMKM baru.
Lekius menyebut langkah tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan serta regulasi terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk meningkatkan minat baca dan menjadikannya sebagai bagian dari budaya masyarakat.
“Dengan melaksanakan pelayanan ke semua tingkatan masyarakat, saya mengajak sekolah agar dapat memberi kesempatan kepada siswa-siswi memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana untuk menjelajahi dunia,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jayawijaya, Heri Bertus Mabel, mengajak masyarakat menjadikan membaca sebagai kebutuhan sehari-hari.
Menurut Heri, membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi salah satu aktivitas yang dapat menjaga kemampuan berpikir seiring bertambahnya usia.
Di tengah perkembangan teknologi digital, ia mengingatkan pentingnya mengatur penggunaan gadget, khususnya bagi anak-anak.
Ia berharap budaya membaca buku dapat kembali diperkuat sehingga anak-anak tidak terlalu bergantung pada perangkat digital dalam kesehariannya.
Heri menjelaskan, melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, perpustakaan diharapkan berkembang menjadi pusat layanan dan kegiatan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada literasi, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan.
“Kami ingin melalui kegiatan ini anak-anak lebih cinta perpustakaan, lebih senang membaca buku dan lebih giat meningkatkan literasi mulai dari diri sendiri, yang nantinya berdampak bagi orang lain,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan lomba baca puisi dan cerita rakyat tersebut dapat melahirkan generasi yang gemar membaca, kreatif, memiliki wawasan luas dan mampu bersaing secara positif.
Heri juga berpesan kepada para juri agar mengedepankan sportivitas dan persaudaraan dalam melakukan penilaian, sehingga kompetisi berlangsung secara sehat dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta.
Penulis : Gin
Editor : Buendi
Sumber Berita: Pemda Jayawijaya















