Kosiwo – Pdt. Petrus Wandamani kembali terpilih memimpin Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) Klasis Yapen Selatan periode 2025–2030 dalam Sidang Klasis VI GPDP Yapen Selatan yang berlangsung di Jemaat GPDP Horeb Sarawandori, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Kamis (28/5/2026).
Terpilihnya kembali Pdt. Petrus Wandamani menandai kepemimpinan dua periode berturut-turut setelah sebelumnya menjabat Ketua Badan Pekerja Klasis GPDP Yapen Selatan periode 2020–2025.
Usai penetapan hasil sidang, pengurus baru Badan Pekerja Klasis GPDP Yapen Selatan langsung dilantik Ketua Umum Gereja Pentakosta di Papua selaku Badan Pekerja Harian Sinode, Pdt. Dr. Robert Rulan Marini.
Turut dilantik dalam kepengurusan tersebut yakni Wakil Ketua Pdt. Frits Warnetan, Sekretaris Pdm. Jefri Banioni, Wakil Sekretaris Pdm. Andarias Karubaba, Bendahara PDP. Herlinda Worabai serta Wakil Bendahara Aknes Worabai.
Dalam arahannya, Ketua Umum GPDP Pdt. Dr. Robert Rulan Marini menegaskan bahwa Sidang Klasis merupakan bagian penting dari mekanisme organisasi gereja sesuai amanat Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (ADRT) GPDP.
Ia menjelaskan, setelah pelaksanaan Sidang Sinode GPDP di Kaimana tahun lalu, seluruh wilayah pelayanan diwajibkan melaksanakan sidang daerah dalam kurun waktu tiga bulan, kemudian dilanjutkan dengan sidang-sidang klasis.
Menurutnya, hingga kini sidang daerah telah berlangsung di Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua, sementara Papua Selatan masih dalam proses pelaksanaan.
“Karena waktunya sudah masuk agenda sidang klasis maka seluruh klasis mulai melaksanakan persidangan organisasi gereja,” ujarnya.
Ia mengatakan GPDP saat ini memiliki 37 klasis yang secara bertahap melaksanakan persidangan organisasi di wilayah masing-masing.
Untuk wilayah Provinsi Papua, Klasis Yapen Selatan dan Klasis Kota Yapen menjadi bagian dari klasis yang telah melaksanakan sidang, sementara Klasis Angkaisera dijadwalkan melaksanakan sidang pada 3 Juni mendatang.
Menurut Ketua Umum GPDP, setelah sidang klasis selesai maka agenda organisasi gereja akan dilanjutkan dengan sidang jemaat di tingkat gereja lokal.
“Hal-hal yang dibahas dalam sidang yaitu evaluasi pelayanan, penyusunan program baru dan konsolidasi organisasi gereja mulai dari tingkat sinode, daerah, klasis sampai jemaat,” katanya.
Pdt. Robert Rulan Marini juga menekankan pentingnya menjaga soliditas pelayanan dan persatuan dalam tubuh gereja.
Ia berharap seluruh pengurus di semua tingkatan organisasi gereja dapat bekerja secara solid, menjaga gereja dan memperkuat pelayanan di tengah jemaat.
“Secara internal memperkuat basis pelayanan dan secara eksternal menjaga Papua bagi Kristus,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap dinamika organisasi gereja tidak berkembang menjadi benturan yang dapat merusak persaudaraan dalam pelayanan.
“Pendekatan kasih harus dikedepankan sehingga ada saling menghormati di antara struktur pelayanan dari sinode, daerah, klasis hingga jemaat. Semua ini dilakukan untuk menyelamatkan jiwa dan membawa Papua menjadi tanah yang memuliakan Tuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Sidang Klasis VI GPDP Yapen Selatan, Yosias Ambokari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta sidang yang telah mengikuti seluruh rangkaian persidangan hingga proses pemilihan dan pelantikan pengurus baru berlangsung aman dan lancar.
Sidang Klasis VI GPDP Yapen Selatan berlangsung selama dua hari mulai 27 hingga 28 Mei 2026 di Jemaat GPDP Horeb Sarawandori, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi















