Wamena – Untuk pertama kalinya, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, kini memiliki pelatih dan wasit bola basket berlisensi resmi. Pencapaian ini menjadi sejarah baru dalam perkembangan olahraga bola basket di wilayah pegunungan Papua.
Kegiatan tersebut berlangsung melalui Penataran Pelatih dan Wasit Lisensi C Bola Basket Wilayah V Zona Maluku–Tanah Papua Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Senin hingga Rabu, 18–20 Mei 2026 di Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat undangan dari panitia pelaksana pelatihan pelatih dan wasit Lisensi C bola basket kepada Ketua DPD PERBASI Papua Pegunungan.
Penanggung Jawab sekaligus Ketua Tim Kegiatan, Rendy, menyampaikan bahwa pelatihan ini memiliki peran penting dalam memperkuat pembinaan olahraga bola basket, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan dan perwasitan.
“Pelatihan ini sangat strategis untuk peningkatan mutu pelatih daerah, penguatan pembinaan atlet usia dini, serta penyamaan standar metode kepelatihan sesuai perkembangan basket nasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran pelatih dan wasit yang kompeten, profesional, dan berintegritas menjadi faktor utama dalam menciptakan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antar pengurus PERBASI di wilayah Maluku dan Tanah Papua dalam mendorong percepatan pembangunan prestasi bola basket di kawasan Indonesia Timur. Adapun biaya pendaftaran kegiatan tersebut sebesar Rp600.000 per peserta.
Sebanyak lima peserta dari Jayawijaya dan Lanny Jaya turut mengikuti kegiatan pelatihan dan penataran tersebut, yakni:
Warbes Wetipo
Indra Wijaya
Sofyan Wetipo
Brofrei Wenda
Mesiber Kogoya
Perjalanan mereka menuju Manokwari bukanlah hal yang mudah. Dengan berbagai keterbatasan yang ada, mereka tetap bertekad mengikuti pelatihan demi mendapatkan lisensi resmi. Berbekal semangat swadaya, serta bantuan dari sejumlah pihak yang peduli terhadap perkembangan olahraga di Papua Pegunungan, mereka akhirnya berhasil mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga memperoleh lisensi.
Kisah perjuangan para peserta ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua bahwa tekad yang kuat, usaha, dan doa dapat membuka jalan menuju keberhasilan.
Harapan besar juga disampaikan kepada pihak-pihak terkait seperti PERBASI, KONI, serta Diaspora Provinsi Papua Pegunungan, agar ke depan dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih besar kepada anak-anak muda Papua yang memiliki semangat membangun prestasi olahraga dari daerah pegunungan.
“Semoga ke depan semakin banyak anak-anak Papua Pegunungan yang mendapat kesempatan dan dukungan untuk berkembang di dunia olahraga, khususnya bola basket,” tutup Rendy.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi















