Mimika – Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti Distrik Mimika Barat saat tim SMA Negeri 3 Kokonao tiba di Kampung Kokonao Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, usai menjuarai ajang Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Mimika.
Tim SMAN 3 Kokonao tiba di Kokonao, Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIT, setelah menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 2,5 jam menggunakan dua perahu dari Pelabuhan Polair Mimika Pomako. Rombongan berangkat dari Timika sekitar pukul 16.30 WIT.

Sesampainya di pelabuhan Kokonao, para pemain dan official langsung disambut meriah oleh ratusan warga yang telah menunggu sejak pukul 15.00 WIT. Tidak hanya warga Kampung Kokonao, masyarakat dari kampung lain di Distrik Mimika Barat juga turut hadir menyambut kepulangan tim kebanggaan mereka.
Mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua tampak memadati area pelabuhan. Bahkan penyambutan dilakukan dengan tarian adat dan iring-iringan keliling kampung hingga berakhir di SMA Negeri 3 Kokonao.
Sorak sorai masyarakat terus menggema sepanjang perjalanan arak-arakan. Para pemain berjalan kaki bersama warga sambil membawa trofi kemenangan yang menjadi kebanggaan masyarakat pesisir Mimika Barat tersebut.
Guru olahraga sekaligus pelatih tim, Nanang Hermawan, mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam menyambut anak-anak didiknya.
“Saya sangat kagum melihat masyarakat menyambut anak-anak. Ini seperti penyambutan pemenang liga sepak bola nasional. Kami terharu sekali. Penyambutan ini melebih menyambut kehadiran pejabat tinggi. Kami juga bersyukur prestasi yang diraih anak-anak bisa dirasakan seluruh masyarakat disini,” lugasnya.
Nanang juga menceritakan perjuangan timnya selama mengikuti kompetisi di Timika. Ia mengaku tim datang dengan persiapan yang sangat terbatas, termasuk terkendala biaya transportasi dan kebutuhan selama mengikuti turnamen.

“Kami sangat kesulitan dari sisi keuangan. Sewa satu perahu sekali jalan bisa mencapai Rp5 juta, belum lagi tempat tinggal, penginapan dan makan selama di Timika. Tapi puji Tuhan ada bantuan dari beberapa pihak, termasuk salah seorang politisi dan Kapolsek Mimika Barat,” jelasnya.
Ia mengaku sejak awal tidak pernah membebani para pemain dengan target juara. Namun semangat dan kekompakan para siswa justru menjadi kekuatan utama hingga akhirnya mampu keluar sebagai juara.
“Saat datang ke Timika saya bilang ke anak-anak main lepas tanpa beban saja, karena kita datang bukan kandidat juara. Tapi ternyata semangat dan kekompakan mereka luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Nanang, motivasi para pemain semakin tinggi setelah mendengar arahan Kapolda Papua Tengah yang menjanjikan perhatian bagi para juara.
“Anak-anak termotivasi sekali setelah mendengar Bapak Kapolda menyampaikan kalau juara akan dibekali seragam bahkan dibimbing untuk bisa diterima menjadi anggota Polri. Itu yang membakar semangat mereka,” katanya.
Ia menambahkan kemampuan para pemain sebagian besar merupakan bakat alami anak-anak kampung yang sehari-hari gemar bermain sepak bola.
“Skill mereka natural saja. Anak-anak di kampung memang suka sepak bola, bola voli dan seni tari-tarian daerah. Pembekalan dari sekolah juga seadanya,” ungkap Hermawan yang telah 21 tahun bertugas sebagai guru di Kokonao.
Di akhir pernyataannya, Nanang berharap turnamen seperti Mini Soccer Kapolda Cup dapat terus dilaksanakan agar menjadi wadah bagi anak-anak di wilayah pesisir dan pedalaman untuk menunjukkan bakat mereka.
“Kami berharap pertandingan seperti ini terus berlangsung, walau pun Kapolda -nya kedepan berganti. Dan tolong libatkan anak-anak di Kokonao. Terima kasih kepada Bapak Kapolda Papua Tengah yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak kami mengikuti kompetisi ini,” tutupnya.
Sementara itu, Tokoh masyarakat Kokonao, Hilarius Deuteyau, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Papua Tengah atas kesempatan yang diberikan kepada SMA Negeri 3 Kokonao untuk mengikuti turnamen Mini Soccer Kapolda Cup di Timika. Keikutsertaan sekolah di pedalaman seperti Kokonao menjadi bukti bahwa anak-anak dari daerah terpencil juga memiliki kemampuan dan potensi besar di bidang olahraga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Papua Tengah yang sudah mengikutsertakan SMA Negeri 3 Kokonao dalam pertandingan Mini Soccer Kapolda Cup,” ujarnya saat menyambut kepulangan tim juara di Kokonao.
Ia berharap kegiatan olahraga seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak sekolah dari wilayah pedalaman Papua Tengah.
“Harapan kami iven seperti ini terus berlanjut dan melibatkan sekolah-sekolah di pedalaman jauh. Karena di pedalaman itu banyak bakat-bakat yang selama ini tidak terlihat,” katanya.
Hilarius menilai penyambutan meriah dan arak-arakan yang dilakukan masyarakat Kokonao kepada tim SMAN 3 Kokonao merupakan bentuk kebanggaan atas perjuangan para pemain yang telah mengharumkan nama daerah mereka.
“Arak-arakan ini tentu sangat perlu dilakukan dan mereka pantas mendapatkannya karena sudah mengharumkan nama daerah ini. Di luar mungkin mereka menganggap iven ini kecil, tapi tidak bagi kami. Mereka adalah pahlawan,” tutup Hilarius.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Polda Papua Tengah















