MIMIKA – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jeremias Rontini menerima kunjungan Anggota Komisi III DPR RI, Dr. Soedeson Tandra, di Polres Mimika, dalam rangka perlindungan pangawasan perorangan, Selasa (12/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, jajaran Polda Papua Tengah menyampaikan sejumlah persoalan strategis terkait penguatan institusi kepolisian di wilayah Papua Tengah, termasuk rencana pembangunan Markas Komando (Mako) Polda Papua Tengah yang hingga kini belum terealisasi.
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jeremias Rontini menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menghibahkan lahan seluas 34 hektar yang berada di dekat Bandara Nabire untuk pembangunan Mako Polda Papua Tengah. Menurutnya, keberadaan Mako definitif menjadi kebutuhan penting guna mendukung pelayanan dan operasional kepolisian di provinsi baru tersebut.
“Kami berharap Komisi III DPR RI dapat mendorong percepatan pembangunan Mako Polda Papua Tengah. Ini menjadi salah satu impian kami agar keberadaan Polda Papua Tengah semakin representatif dan personel Polri yang bertugas di sini juga memiliki kebanggaan,” ujar Kapolda.
“Untuk desain gambar pembangunan Mako Polda Papua Tengah juga telah kami siapkan, sebagai bagian dari kesiapan perencanaan Pembangunan,” sambungnya.
Selain itu, Kapolda menyoroti tingginya tantangan tugas kepolisian di Papua Tengah. Menurutnya, selain rawan konflik sosial dan gangguan keamanan, aktivitas demonstrasi di wilayah tersebut juga cukup tinggi sehingga memerlukan penguatan personel.
“Papua Tengah memiliki dinamika kamtibmas yang cukup kompleks. Karena itu diperlukan pengimbangan dengan penambahan personel Polri melalui rekrutmen sebanyak-banyaknya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyampaikan kondisi wilayah hukum Polres Mimika yang membawahi 18 distrik atau kecamatan, namun hingga saat ini baru memiliki 11 Polsek.
“Masih ada beberapa Polsek yang harus membackup lebih dari satu distrik. Karena itu kami sudah mengusulkan kepada pemerintah daerah dan ke depan akan dibangun Pos Polisi di beberapa titik,” jelasnya.
Kapolres juga menyampaikan kebutuhan dukungan alat khusus (alsus) guna menunjang pengungkapan kasus di lapangan, mengingat dinamika keamanan di Kabupaten Mimika yang terus meningkat.
“Kami berharap adanya bantuan alat khusus yang lebih canggih dan layak untuk membantu proses pengungkapan kasus di lapangan. Setidaknya saat ini yang menjadi kebutuhan mendesak alat Direction Finder (DF) atau Radio Direction Finder (RDF) guna membantu kami dalam proses pengungkapan kasus di lapangan,” tambah Kapolres.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI, Dr. Soedeson Tandra, menegaskan komitmennya untuk menyerap berbagai aspirasi, masukan, serta kebutuhan aparat penegak hukum di daerah saat melakukan kunjungan kerja di Polres Mimika. Komisi III memiliki agenda pengawasan dan perlindungan yang dilakukan secara rutin setiap tahun, termasuk turun langsung ke daerah untuk mendengar kondisi riil di lapangan.
“Komisi III itu memiliki agenda pengawasan perorangan setiap tahun sebanyak tiga kali. Itu memang digunakan untuk menyerap aspirasi, mendapatkan masukan, mendengar keluhan, dan juga usulan-usulan yang nantinya bisa saya bawa ke Komisi dan diteruskan ke DPR,” ungkapnya.
Ia mengatakan, selain bertugas di Komisi III, dirinya juga dipercaya menjadi bagian dari Badan Anggaran DPR RI yang memiliki tugas mengawal kebutuhan anggaran dari mitra kerja Komisi III, termasuk institusi Kepolisian Republik Indonesia.
“Kebetulan saya diutus masuk dalam alat kelengkapan dewan, yaitu Badan Anggaran. Setiap komisi menugaskan anggotanya untuk mengawal mitra kerja, dan Kepolisian merupakan salah satu mitra kerja Komisi III. Karena itu saya ingin mendapatkan berbagai masukan dari jajaran kepolisian di sini,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Soedeson juga memberikan motivasi dan pesan kepada seluruh personel Polri agar terus bekerja secara profesional serta menjaga kepercayaan masyarakat. Ia menilai tugas Polri sangat besar karena bersentuhan langsung dengan seluruh aspek kehidupan masyarakat.
“Polri itu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kalau boleh diibaratkan, dari ujung kaki sampai ujung rambut itu semua berkaitan dengan tugas Polri. Karena itu saya mengingatkan agar seluruh anggota benar-benar menjaga tugas dan tanggung jawab dengan baik,” ucapnya.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Polda Papua Tengah















