WAMENA, 10 Maret 2026 – Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Lukas W. Kosay, secara resmi membuka Kegiatan Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Papua. Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Baliem Pilamo pada 10–11 Maret 2026.
Kehadiran Lukas Kosay dalam kegiatan tersebut mewakili Gubernur John Tabo. Dalam sambutan gubernur yang dibacakannya, ditegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan daerah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Pegunungan.
“Pendidikan adalah fondasi utama untuk membangun masa depan suatu daerah. Jika pendidikan kita kuat, maka sumber daya manusia kita juga akan kuat, dan masa depan Papua Pegunungan akan semakin cerah,” demikian kutipan sambutan gubernur.

Ia menegaskan bahwa kegiatan konsolidasi ini menjadi ruang penting untuk menyatukan pemikiran, menyamakan langkah, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang peduli terhadap pembangunan pendidikan. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir berbagai gagasan dan strategi yang mampu memperkuat program pendidikan serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga berkomitmen untuk mendorong pemerataan pendidikan agar setiap anak, baik di perkotaan maupun di kampung-kampung terpencil, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Lukas Kosay menambahkan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan prioritas utama dalam visi kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur saat ini. Menurutnya, konsolidasi tersebut sangat penting bagi Papua Pegunungan sebagai provinsi yang masih relatif muda.

“Melalui konsolidasi ini kita berharap terbangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah sehingga anak-anak di Papua Pegunungan dapat memanfaatkan pendidikan sebagai investasi masa depan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Advokasi BPMP Provinsi Papua, Sudarsono GS, menjelaskan bahwa kegiatan konsolidasi daerah dilaksanakan di empat zona di Tanah Papua, yakni Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan berbagai program pendidikan dari pemerintah pusat dengan para pemangku kepentingan di daerah agar arah kebijakan pendidikan nasional dapat berjalan selaras hingga ke tingkat daerah. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan unsur Lembaga Masyarakat Adat guna mendukung pengembangan konsep sekolah terintegrasi, khususnya terkait dukungan tanah ulayat.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan, Simon Sembor, menyampaikan apresiasi kepada BPMP Provinsi Papua atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai konsolidasi ini menjadi sarana penting untuk mengevaluasi berbagai persoalan pendidikan di wilayah Papua Pegunungan.
Menurutnya, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan sarana prasarana pendidikan yang sebagian besar dibangun sejak tahun 1970-an dan kini dalam kondisi rusak, serta persoalan tenaga pendidik yang belum sepenuhnya menjalankan tugas di daerah penempatan.
“Melalui konsolidasi ini kita dapat bersama-sama mencari solusi serta menyelaraskan program pendidikan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, sehingga pembangunan pendidikan di Papua Pegunungan dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan tetap berkomitmen untuk mendorong kemajuan pendidikan di seluruh wilayah, termasuk di daerah terpencil, sejalan dengan visi gubernur yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.

Penulis : Kaleb Lau
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan















