BPBD Jayawijaya Latih 300 Warga Hadapi Banjir dan Longsor

- Penulis

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamena, 17 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar pelatihan mitigasi bencana selama dua hari di tiga distrik rawan banjir: Kurulu, Witawaya, dan Pisugi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana alam, khususnya banjir dan longsor yang kerap terjadi di penghujung tahun.

Asisten II Setda Jayawijaya, Lekius Yikwa, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting mengingat wilayah Jayawijaya dan Papua Pegunungan secara umum rawan hujan deras dan banjir pada bulan Desember.

“Bencana datang tiba-tiba, dan kita harus siap. Kami harap peserta mengikuti materi dengan baik dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Lekius.

Pelatihan ini tidak hanya berisi materi teori, tetapi juga praktik langsung di bantaran Sungai Baliem dan lokasi-lokasi rawan longsor. Pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah peralatan seperti perahu dan mesin jonson untuk mendukung evakuasi warga jika terjadi bencana.

“Alat-alat sudah tersedia. Dengan pelatihan ini, peserta bisa langsung praktik di lapangan, sehingga tahu cara menyelamatkan diri dan membantu warga lainnya,” tambah Lekius.

Kepala BPBD Jayawijaya, Edison Wetipo, menjelaskan bahwa pelatihan ini melibatkan lebih dari 300 peserta dari tiga distrik yang selama ini tercatat sebagai wilayah paling rawan banjir saat musim hujan.

“Jika tidak ada halangan, kami akan antar peserta ke Pisugi dan bantaran Kali Baliem untuk simulasi penanggulangan bencana bersama BPBD Provinsi Papua Pegunungan,” kata Edison.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan bencana secara terpadu. Pelatihan ini diharapkan mampu membentuk masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi situasi darurat dengan cepat dan tepat.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Kapolda Papua Tengah Apresiasi Kinerja Bupati Puncak Saat Peresmian Guest House Elvis Tabuni
Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala
Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai
Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati
Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:04 WIT

Kapolda Papua Tengah Apresiasi Kinerja Bupati Puncak Saat Peresmian Guest House Elvis Tabuni

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27 WIT

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIT

Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:37 WIT

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIT

Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

Berita Terbaru