Pupuk Turun Harga, Petani Papua Barat Daya Semakin Produktif!

- Penulis

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Barat Daya, 5 November 2025 — Kabar gembira datang untuk para petani di Papua Barat Daya! PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan bahwa petani terdaftar di wilayah tersebut sudah bisa menebus pupuk bersubsidi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru yang lebih murah hingga 20 persen. Langkah ini menjadi angin segar bagi dunia pertanian Indonesia.

Direktur Operasi Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo, langsung turun ke lapangan, mengunjungi kios dan gudang pupuk di Papua Barat Daya untuk memastikan penyaluran berjalan lancar. “Alhamdulillah, petani di Papua Barat Daya sudah bisa menebus pupuk bersubsidi sesuai HET terbaru sejak 22 Oktober 2025,” ujarnya.

 Penurunan Harga Pupuk yang Signifikan

Berikut rincian penurunan HET pupuk bersubsidi:

Jenis PupukHET Lama (Rp/kg)HET Baru (Rp/kg)Harga per Sak (50 kg)Urea2.2501.800Rp 90.000NPK2.3001.840Rp 92.000NPK Kakao3.3002.640Rp 132.000ZA (Tebu)1.7001.360Rp 68.000Organik (40 kg)800640Rp 25.600“Penurunan ini sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi. Pupuk adalah kebutuhan primer dalam budidaya pertanian,” tambah Dwi Satriyo.

Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan

Kebijakan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yang menekankan swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Pemerintah berharap petani memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.

Stok Aman, Petani Tenang

Bersama Dewan Komisaris Chrisna Deva Priyapratama, Dwi Satriyo juga meninjau gudang pupuk di Papua Barat Daya. Per akhir Oktober 2025, stok pupuk bersubsidi mencapai 416 ton, terdiri dari:

– Urea: 215 ton
– NPK Phonska: 169 ton
– Organik Petroganik: 32 ton

General Manager Regional 4, Wisno Ramadhani, menegaskan bahwa stok tersebut melebihi ketentuan minimum pemerintah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga pekan ke depan.

Realisasi Penebusan dan Harapan ke Depan

Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di Papua Barat Daya telah mencapai 903 ton atau 62 persen dari alokasi 2025. Secara nasional, penebusan mencapai 67 persen dari total alokasi 9,55 juta ton.

Namun, masih terdapat 1.148 petani di Papua Barat Daya yang belum melakukan penebusan. “Stoknya cukup, harganya lebih murah. Kami harap penebusan bisa lebih optimal,” tutup Wisno.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Wakapolda Papua Tengah Tegaskan Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Tugas Polri
Peringati Sumpah Pemuda ke-98, KNPI Papua Pegunungan dan Komunitas Ojek Jayawijaya Tegaskan Komitmen Bersama Jaga Kamtibmas dan Persatuan Masyarakat
Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional
Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat
Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan
Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena
Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial
Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:08 WIT

Wakapolda Papua Tengah Tegaskan Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Tugas Polri

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:39 WIT

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, KNPI Papua Pegunungan dan Komunitas Ojek Jayawijaya Tegaskan Komitmen Bersama Jaga Kamtibmas dan Persatuan Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:46 WIT

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:38 WIT

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:15 WIT

Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan

Berita Terbaru