Bupati Murib Dorong Sekolah Asrama: Jawaban atas Tantangan Pendidikan di Papua

- Penulis

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayawijaya, Papua Pegunungan — Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus mengukir harapan baru bagi anak-anak di daerah terpencil. Lewat pembangunan Sekolah Rakyat berpola asrama, pendidikan tak lagi menjadi mimpi yang sulit digapai.

Setelah sukses mengamankan lahan seluas 7 hektar di Distrik Bpiri, Pemda Jayawijaya kini membidik lokasi tambahan untuk memperluas jangkauan sekolah asrama ini ke kabupaten pemekaran dan lebih banyak distrik. Tujuannya jelas: menjawab tantangan geografis dan keterbatasan akses pendidikan di wilayah pegunungan Papua.

Bupati Jayawijaya, Athenius Murib, menekankan bahwa sekolah di Distrik Bpiri akan menjadi center of excellence bagi anak-anak dari Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Tolikara, hingga sebagian wilayah Lanny Jaya.

“Kalau sekolah itu jadi dibangun di lokasi itu, anak-anak dari Kabupaten Pemekaran dan beberapa Distrik bisa masuk dalam sekolah berpola asrama,” ujar Bupati Murib saat kunjungan kerja ke Distrik Itlay Hisage, Kamis (17/7/2025).

Sistem asrama dirancang agar siswa tidak perlu pulang setiap hari melalui medan ekstrem. Sekolah ini akan melayani jenjang SD, SMP, dan SMA dengan lingkungan yang aman dan mendukung proses belajar.

Pemda kini mengkaji beberapa distrik lain seperti Itlay Hisage, Walelagama, Pisugi, Siepkosi, Witawaya, Libarek, Kurulu, Usilomo, dan Wadangku sebagai calon lokasi sekolah rakyat berikutnya. Meski belum ditemukan lahan seluas 7 hektar di daerah-daerah tersebut, semangat pembangunan tak surut.

Program Sekolah Rakyat merupakan sinergi antara Kementerian Sosial dan visi lokal Pemda Jayawijaya, memberikan harapan nyata bagi generasi muda di kawasan minim infrastruktur.

“Kami menyadari bahwa sekolah berpola asrama ini sangat efektif untuk membangun pendidikan yang lebih baik di wilayah Kabupaten Jayawijaya,” pungkas Bupati Murib.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Berita Terkait

84 Siswa SD Inpres Kenyam Rayakan Syukuran Penamatan dengan Sukacita
Ritual Adat “Yigin Engale Goki” Pelepasan Tali Panah dan Patah Panah Masyarakat Lanny Tegaskan Kesepakatan Perdamaian
Polres Boven Digoel Jemput 44 Penambang Kawe, Pastikan Pelayanan Humanis
Kapolda Papua Tengah Apresiasi Kinerja Bupati Puncak Saat Peresmian Guest House Elvis Tabuni
Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala
Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:21 WIT

84 Siswa SD Inpres Kenyam Rayakan Syukuran Penamatan dengan Sukacita

Senin, 25 Mei 2026 - 20:24 WIT

Ritual Adat “Yigin Engale Goki” Pelepasan Tali Panah dan Patah Panah Masyarakat Lanny Tegaskan Kesepakatan Perdamaian

Senin, 25 Mei 2026 - 18:27 WIT

Polres Boven Digoel Jemput 44 Penambang Kawe, Pastikan Pelayanan Humanis

Senin, 25 Mei 2026 - 14:04 WIT

Kapolda Papua Tengah Apresiasi Kinerja Bupati Puncak Saat Peresmian Guest House Elvis Tabuni

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27 WIT

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala

Berita Terbaru