2.578 Kasus Kejahatan Terjadi di Papua Selama 2025, Separuh Lebih Curanmor

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polantas Polda Papua saat melakukan tugas pengaturan lalu lintas depan Markas Polda Papua. (Foto: Ist)

Polantas Polda Papua saat melakukan tugas pengaturan lalu lintas depan Markas Polda Papua. (Foto: Ist)

JAYAPURA – Kepolisian Daerah Papua mencatat dinamika gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya sepanjang tahun 2025 relatif kondusif.

Beragam peristiwa terjadi di wilayah hukum Polda Papua yang membawahi tiga provinsi, yakni Papua, Papua Selatan dan Papua Pegunungan. Wilayah hukum yang membuat Polda Papua terus bekerja keras dalam memberikan pelayanan melalui 21 Polres,  101 Polsek dan 43 Polsubsektor.

Berdasarkan rilis akhir tahun, tercatat sebanyak 2.578 kasus kejahatan konvensional sepanjang 2025. Angka ini meningkat 566 kasus dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 2.012 kasus.

Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin mengatakan penyelesaian kasus di tahun 2025 dan 2024 masih sama hingga mencapai 669 kasus. Namun perlu digaris bawahi, dari 2.578 kasus yang masuk, 1.455 kasus diantaranya merupakan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dengan penyelesaian sebanyak 338 kasus.

Sementara pada tahun sebelumnya, kasus curanmor mencapai 1.065 kasus dengan tingkat penyelesaian 336 kasus. Selain curanmor, pengeroyokan juga cukup tinggi sepanjang 2025, yang mencapai 338 kasus dengan penyelesaian 136 kasus.

Lalu, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 336 kasus dengan penyelesaian mencapai 88 kasus. Untuk kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah hukum Polda Papua juga meningkat menjadi 308 kasus, dengan penyelesaian 59 kasus.

Kemudian, penganiayaan berat (anirat) sebanyak 85 kasus dengan penyelesaian 14 kasus. Sementara kasus pembunuhan mencapai 56 kasus dengan penyelesaian 34 kasus. Jumlah ini tergolong tinggi dibandingkan tahun 2024 yang hanya 13 kasus dengan penyelesaian 10 kasus.

Selain kejahatan konvensional, Polda Papua juga menangani 290 kasus kejahatan transnasional pada 2025. Angka ini lebih banyak dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 262 kasus.

“Untuk penyelesaian kasus transnasional sebanyak 240 kasus. Kalau dibandingkan dengan tahun 2024 mengalami penurunan 15 kasus, dimana penyelesaian tahun sebelumnya  mencapai 255 kasus,” beber Patrige.

Patrige pun menjabarkan beragam kasus transnasional yang ditangani Polda Papua meliputi siber sebanyak 15 kasus, narkoba sebanyak 260 kasus. Lalu, pelanggaran orang asing sebanyak 15 kasus.

Polda Papua juga mencatat penanganan kasus ilegal oil atau migas sebanyak 3 kasus. Kemudian illegal fishing sebanyak 2 kasus dan 14 kasus tindak pidana korupsi. (*)

Penulis : Syaiful

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Halal Bi Halal Jurnalis Papua: Kebersamaan, Integritas, dan Dukungan Lintas Stakeholder
Dana Otsus Papua Pegunungan Mulai Cair Minggu Ini, Program Prioritas Segera Jalan
Usung 4 Visi Besar, Abdul Kadir Siap Majukan KADIN Papua
Menyalakan Semangat Kebangsaan dari Wamena: Arianto Kogoya Bersama Mahasiswa Calon Guru
Gubernur John Tabo Resmikan Kantor KONI Papua Pegunungan dan Luncurkan Website Resmi
Pengungkapan Produksi Minuman Keras Lokal Cap Tikus di Jayawijaya
Dapur MBG Lanny Jaya: Sinergi Pangan Lokal dan Mama-Mama untuk Generasi Sehat dan Cerdas

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:03 WIT

Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP

Sabtu, 11 April 2026 - 20:48 WIT

Halal Bi Halal Jurnalis Papua: Kebersamaan, Integritas, dan Dukungan Lintas Stakeholder

Selasa, 7 April 2026 - 18:50 WIT

Dana Otsus Papua Pegunungan Mulai Cair Minggu Ini, Program Prioritas Segera Jalan

Jumat, 3 April 2026 - 20:48 WIT

Usung 4 Visi Besar, Abdul Kadir Siap Majukan KADIN Papua

Kamis, 2 April 2026 - 06:46 WIT

Menyalakan Semangat Kebangsaan dari Wamena: Arianto Kogoya Bersama Mahasiswa Calon Guru

Berita Terbaru