Kenyam, 28 Mei 2026 — SD Negeri 1 Alguru melaksanakan ibadah syukuran penamatan bagi 19 siswa yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat sekolah dasar dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan yang berlangsung penuh haru dan sukacita ini menjadi bukti nyata semangat perjuangan dunia pendidikan di tengah berbagai keterbatasan yang dialami masyarakat dan sekolah selama bertahun-tahun.
Ibadah syukuran penamatan tersebut dipimpin oleh pelayan Firman Tuhan, Ibu Pendeta Sepina Beon, dengan dasar Firman Tuhan dari Mazmur 127 ayat 1 dan 1 Korintus 3 ayat 11. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa pendidikan harus dibangun di atas pondasi iman yang kuat.
“Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya. Pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia juga harus dimulai dengan takut akan Tuhan agar anak-anak dapat menjadi generasi yang berguna di masa depan,” ungkap Pendeta Sepina Beon dalam penyampaian Firman Tuhan.
SD Negeri 1 Alguru sendiri merupakan sekolah yang mengalami berbagai tantangan akibat situasi dan kondisi yang terjadi di Kampung Alguru dalam beberapa tahun terakhir. Akibat peristiwa yang terjadi, masyarakat bersama para siswa terpaksa terpencar dan menjalani kehidupan dalam kondisi pengungsian selama kurang lebih delapan tahun.
Di tengah situasi tersebut, proses pendidikan tetap berjalan berkat perjuangan dan komitmen Kepala Sekolah SD Negeri 1 Alguru, Bapak Jemmi Tabuni, bersama para guru yang terus berupaya mempertahankan pendidikan bagi anak-anak.
Pada awalnya kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah ke rumah dengan fasilitas yang sangat terbatas. Bahkan selama bertahun-tahun para siswa tidak memiliki gedung sekolah yang memadai. Namun dengan semangat dan ketekunan, proses pendidikan tetap berlangsung hingga akhirnya sekolah memperoleh satu ruang belajar sederhana yang digunakan untuk kegiatan belajar dan pelaksanaan ujian sekolah.
Walaupun menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, SD Negeri 1 Alguru terus menghasilkan lulusan setiap tahunnya. Hingga tahun 2026 ini, sekolah kembali berhasil meluluskan 19 siswa yang siap melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP dan sederajat.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pelepasan atribut sekolah oleh Kepala Sekolah Bapak Jemmi Tabuni kepada para orang tua siswa sebagai tanda penyerahan kembali tanggung jawab pendidikan anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Nduga, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nduga, Otomi Gwijangge, S.Hut., M.PWK, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para guru, orang tua, dan seluruh pihak yang tetap mempertahankan pendidikan anak-anak di tengah situasi yang sulit.
Ia mengatakan bahwa keberhasilan SD Negeri 1 Alguru meluluskan 19 siswa merupakan bukti bahwa semangat membangun sumber daya manusia di Kabupaten Nduga tidak pernah berhenti meskipun menghadapi berbagai tantangan.
“Kami berharap dukungan dari semua stakeholder, pemerintah, gereja, orang tua, tenaga pendidik, dan seluruh pemerhati pendidikan agar bersama-sama mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Nduga. Pendidikan adalah pondasi masa depan daerah ini, sehingga sarana prasarana, infrastruktur pendidikan, dan kualitas tenaga pendidik harus terus diperhatikan,” ujar Otomi Gwijangge.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pendidikan dasar merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. Oleh karena itu, pembinaan dari keluarga, lingkungan, gereja, dan sekolah harus berjalan bersama agar anak-anak dapat bertumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan mampu membangun Kabupaten Nduga di masa mendatang.
Meskipun berada dalam berbagai keterbatasan, SD Negeri 1 Alguru telah membuktikan bahwa semangat belajar dan tekad membangun generasi penerus bangsa tetap hidup. Penamatan 19 siswa tahun ini menjadi simbol harapan bahwa pendidikan di Kabupaten Nduga akan terus berjalan dan berkembang demi masa depan yang lebih baik.
Penulis : Gin
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Pemkab Nduga














