Papua

Tor Atas Butuh Perhatian: Jalan Rusak, Listrik Minim, Sekolah Kekurangan Guru

JAYAPURA – Legislator Papua dari PDI-P, Tulus Sianpar menyampaikan beberapa aspirasi dari masyarakat Distrik Tor Atas, Kabupaten Sarmi, yang umumnya berupa harapan adanya perbaikan infrastruktur.

Tulus yang melakukan reses di daerah tersebut pada 18-21 Maret 2026, melihat adanya beberapa kondisi yang dianggapnya cukup menyedihkan bagi wilayah pesisir Papua karena Distrik Tor Atas seperti wilayah yan terisolir.

“Ke sana itu lewat sungai dari muara, waktu tempuhnya sekitar 90 menit. Sebenarnya ada jalan tapi kondisinya rusak parah, itu juga yang jadi harapan masyarakat supaya jalannya diperbaiki,” ujar Tulus melalui telepon, Rabu (25/3/2026).

Menurut dia, salah satu yang paling diharapkan masyarakat adalah perbaikan gereja yang rusak akibat gempa bumi pada Oktober 2025 lalu. “Mereka sangat berharap gereja itu bisa segera diperbaiki karena sejak gempa mereka takut gereja runtuh,” kata dia.

Kemudian untuk sektor pendidikan, ia juga menyampaikan terdapat satu sekolah dasar (SD). Sementara di sekolah tersebut hanya terdapat satu tenaga pengajar yang juga berstatus sebagai kepala sekolah.

Sebagian besar warga Tor Atas yang sedang mengenyam pendidikan di tingkat SMP dan SMA, harus melakukannya di wilayah Muara atau kota Sarmi.

“Jadi ternyata mereka ini sistemnya, beberapa keluarga yang anaknya sekolah di muara, merekaa perkeluarga saling bergantian menjaga, nanti seminggu sekali gantian. Mereka ada satu rumah singgah di wilayah muara,” tutur Tulus.

Hal lain yang ditemukan Tulus selama di Distrik Tor Atas adalah belum masuknya jaringan kelistrikan sehingga kalau malam hari, wilayah tersebut gelap gulita.

“Cuma ada 2 solar cell di sana, jadi rumah warga gelap, cuma andalkan pelita saja. Ini juga harus jadi catatan bagi PLN dan pemerintah yang memiliki program panel surya agar wilayah seperti Distrik Tor Atas bisa jadi target sasaran,” kata dia.

Menurut dia, hal seperti ini juga harus menjadi perhatian pemerintah dalam membuat program pembangunan.

“Jadi apa karena daerah seperti Tor Atas jumlah penduduknya kecil kemudian pemerintah kurang memperhatikan, saya kira tidak seperti itu cara kita bernegara. Aspirasi masyarakat di wilayah pelosok ini juga ahrus jadi atensi agar mereka yang hidup terisolir bisa merasakan kehadiran negara,” ujar Tulus.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

PN Jayapura Nyatakan Penetapan Tersangka LL Sah Menurut Hukum

Wamena – Gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten…

11 jam ago

Kapolres Mimika Terkesan Wajah Bersih Kampung Kokona

TIMIKA – Kesan pertama yang dirasakan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat menginjakkan kaki…

11 jam ago

Distrik Yigi, Dal, Mbua, dan Mbulmu Yalma Terima Bantuan Beras dari Pemkab Nduga

Nduga – Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan pangan berupa 4…

12 jam ago

Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak Digelar di Distrik Dokome

Dokome, 17 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,…

13 jam ago

Dana Otsus 2026 Dukung Penguatan Data Gender dan Anak di Wuyuneri

Wuyuneri, 15 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak…

14 jam ago

Papua Pegunungan Perkuat Sinergi Nasional di Munaslub APPSI 2026

Lombok Barat, 16 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi…

15 jam ago