Daerah

Sriwijaya Air Mendarat di Wamena: Awal Konektivitas Baru Papua Pegunungan

Wamena, 29 Juli 2025 — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyambut dengan penuh sukacita pendaratan perdana pesawat Sriwijaya Air Seri 500 di Bandara Wamena. Momen bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam membuka akses dan konektivitas wilayah pegunungan Papua dengan daerah lain di Indonesia.

Pesawat Sriwijaya Air yang mendarat pada pukul 10.46 WIT membawa rombongan pejabat negara, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Ribka Haluk, serta sejumlah pejabat dari maskapai Sriwijaya Air. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Wakil Gubernur Ones Pahabol, serta para bupati dan wakil bupati dari delapan kabupaten di provinsi tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengungkapkan rasa syukur dan haru atas pencapaian ini. Ia menyebut penerbangan perdana Sriwijaya Air sebagai wujud nyata dari mimpi panjang masyarakat Papua Pegunungan akan konektivitas yang lebih baik.

“Penerbangan perdana Sriwijaya Air ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata dari mimpi panjang akan konektivitas yang lebih baik antar provinsi di Tanah Papua maupun keluar wilayah Papua,” ujar Tabo.

Ia mengenang perjuangan panjang dalam memperluas Bandara Wamena agar dapat melayani pesawat berbadan besar seperti Boeing. Menurutnya, banyak pihak yang meragukan gagasan tersebut di awal, namun kini hasilnya telah nyata.

“Dulu kami hanya bisa membayangkan pesawat kecil melayani daerah pedalaman. Kini, Bandara Wamena mampu melayani pesawat jenis Boeing. Ini adalah hasil perjuangan panjang yang dulu sempat ditertawakan,” tambahnya.


Gubernur Tabo menekankan bahwa kehadiran Sriwijaya Air akan memangkas waktu tempuh dan biaya logistik, serta memudahkan mobilitas masyarakat Papua Pegunungan ke luar daerah. Selain itu, akses yang lebih mudah diyakini akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“Dengan akses yang lebih mudah, wisatawan dapat berkunjung untuk menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya Papua Pegunungan. Ini akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas keamanan demi keberlanjutan sektor pariwisata dan investasi.

“Kami harap jajaran bupati dan wakil bupati serta seluruh stakeholder bergandeng tangan menciptakan kondisi keamanan yang terjamin. Jika daerah ini aman, fiskal bisa naik karena ada kunjungan wisata. Atas nama pemerintah, kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kehadiran Ibu Wamendagri RI Ribka Haluk. Beliau adalah sosok ‘Mama Balim’ yang telah memberikan dukungan besar bagi pembukaan akses transportasi udara dari dan keluar Wamena,” tutup Gubernur Tabo.


Momen haru terjadi saat Wakil Menteri Dalam Negeri RI Ribka Haluk turun dari pesawat. Begitu pintu pesawat terbuka dan kakinya menyentuh aspal landasan Bandara Wamena, Ribka tak kuasa menahan haru. Dengan linangan air mata, ia bersujud syukur dan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi sebagai manifestasi rasa syukurnya yang mendalam.

Dalam sambutannya, Ribka menyampaikan ucapan selamat atas penerbangan perdana Sriwijaya Air dan menekankan pentingnya konektivitas udara bagi Papua Pegunungan.

“Sebagai kader dan intelektual Papua Pegunungan, kita sudah sekolah, kita juga berpikir apa yang harus dilakukan. Transportasi udara adalah satu-satunya akses utama di wilayah ini. Jalan darat memang ada, tapi belum lancar,” ujarnya.

Ribka juga mengapresiasi maskapai lain yang telah melayani Papua Pegunungan selama ini, seperti Trigana Air, Wings Air, Jayawijaya Air, MAF, dan TNI AU. Ia menyoroti bahwa Papua Pegunungan selama ini menjadi satu-satunya provinsi di Tanah Papua yang belum terkoneksi secara menyeluruh.

“Dengan masuknya Sriwijaya Air, saya pikir seluruh Tanah Papua kini sudah terkoneksi. Sriwijaya akan melayani rute ke Timika, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan kemungkinan Biak,” jelasnya.

Ia juga mendorong dukungan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk membuka lintas udara yang lebih luas di Papua, demi kelancaran ekonomi dan pelayanan masyarakat.

“Kalau Sriwijaya sudah masuk, mudah-mudahan jenis pesawat lainnya juga masuk. Ini bukan soal bersaing, tapi soal bekerja sama demi pelayanan transportasi yang lebih baik,” katanya.

Ribka mengusulkan pembukaan rute Bali–Wamena atau Bali–Merauke–Wamena agar turis dari Bali bisa langsung mengunjungi Papua Pegunungan. Menurutnya, hal ini akan berdampak pada penurunan harga barang dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya penerbangan perdana rute Makassar–Wamena. Ia menyebut momen ini bukan sekadar peluncuran rute baru, tetapi juga pembukaan jembatan penghubung antara dua daerah yang kaya akan budaya dan pesona alam.

“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan sebuah perjalanan udara yang baru, tetapi juga menyaksikan sebuah jembatan penghubung antara dua daerah yang kaya akan budaya dan pesona alamnya,” ujar Jefferson.

Ia berharap kehadiran Sriwijaya Air dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan wisatawan, membuka peluang kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sriwijaya Air berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Kami percaya bahwa penerbangan ini akan membawa manfaat besar tidak hanya bagi masyarakat Wamena, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Jefferson juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan bekerja keras mewujudkan penerbangan ini.

“Mari kita dukung bersama untuk memajukan pariwisata dan ekonomi daerah melalui konektivitas yang lebih baik. Semoga penerbangan ini menjadi awal yang baik dan penuh berkah untuk kita semua,” tutupnya.

Pendaratan perdana Sriwijaya Air di Wamena menjadi simbol kemajuan dan harapan baru bagi Papua Pegunungan. Pemerintah daerah berharap langkah ini menjadi awal dari pembangunan yang lebih inklusif, sejahtera, dan berkelanjutan, selaras dengan semangat adat, budaya, agama, dan pemerintahan.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Wakapolda Papua Tengah Turun ke Paniai, Tegaskan Polisi Harus Maksimal Ungkap Tragedi Kebakaran 11 Nyawa

PANIAI — Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol Dr. Gustav R. Urbinas melakukan kunjungan ke Kabupaten…

2 jam ago

Evaluasi Kinerja BPN Papua: Jayawijaya Pastikan Penyelesaian Sertifikasi dan Reforma Agraria Tepat Waktu

JAYAWIJAYA – Jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya menghadiri dan mengikuti Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev)…

2 jam ago

Polres Paniai dan TNI Amankan Kunjungan Wakapolda dan Wagub Papua Tengah di Paniai

PANIAI — Kehadiran Wakil Gubernur Papua Tengah Denias Geley bersama Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol…

3 jam ago

Sinergi Pertanahan Papua Pegunungan, Antisipasi Alih Fungsi Lahan Pertanian

JAYAWAIJAYA – Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan regional melalui pengamanan…

3 jam ago

573 Aparatur Siap Ikuti Pelatihan Dasar, Prajabatan, dan Orientasi di Tiom, BKPPA Lanny Jaya Pastikan Kesiapan 80 Persen

TIOM — Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (BKPPA) mulai…

9 jam ago

Megawati Usung Inovasi Risk Register Berbasis Linktree di Jayawijaya

JAYAWIJAYA – Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang…

9 jam ago