Soroti Pendidikan, Paulus Waterpauw Sarankan Pemkab Lanny Jaya Kontrak Guru OAP

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paulus Waterpauw saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Bupati Lanny Jaya dan jajaran Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di Kantor Sekretariat Negara pada Kamis 8 Januari 2026. (Foto: Tim Paulus Waterpauw)

Paulus Waterpauw saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Bupati Lanny Jaya dan jajaran Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di Kantor Sekretariat Negara pada Kamis 8 Januari 2026. (Foto: Tim Paulus Waterpauw)

JAKARTA – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Waterpauw menyoroti pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan.

Ia pun menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya mengontrak guru Orang Asli Papua (OAP) untuk memperkuat layanan pendidikan di daerah. Apalagi pendidikan usia dini memegang peranan sangat penting dalam membentuk generasi Papua ke depan.

Waterpauw mencontohkan pengalaman saat menghadiri peresmian dan pencanangan pendidikan anak usia dini di Papua, yang menunjukkan besarnya potensi perubahan jika pendidikan ditangani secara serius sejak dini.

“Usia dini ini penting, karena dari merekalah perubahan hakiki bisa dimulai. Anak-anak inilah generasi masa depan Papua,” ujarnya.

Waterpauw juga mengingatkan bahwa selama ini, banyak daerah di Papua masih mengandalkan guru kontrak dari luar Papua. Padahal banyak anak-anak Papua yang belum mendapatkan pekerjaan dan memiliki potensi untuk dilibatkan.

“Tidak salah kalau Bupati juga mengontrak anak-anak Papua. Anak-anak Papua ini banyak yang belum bekerja. Ambil mereka, buat kontrak, lalu kita siapkan pendidikan cepat atau pelatihan khusus,” katanya.

Ia menekankan bahwa kontrak guru OAP harus disertai dengan peningkatan kapasitas dan pendidikan berkelanjutan, sehingga kualitas pengajaran tetap terjaga.

“Kita buat semacam pendidikan atau pelatihan cepat untuk mengisi kebutuhan itu. Dengan begitu, pendidikan berjalan dan anak-anak Papua juga diberdayakan,” tambahnya.

Menurut Waterpauw, kebijakan tersebut tidak hanya akan memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal. Selain itu juga meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan di daerahnya sendiri.

Rapat dengar pendapat ini menjadi forum strategis dalam membahas berbagai isu pembangunan Papua Pegunungan, mulai dari penguatan ekonomi berbasis komoditas unggulan seperti kopi. Selain itu juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan afirmatif di bidang pendidikan. (*)

Penulis : Syaiful

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Siaran Pers

Berita Terkait

Sinergi Otsus: BP3OKP Papua Pegunungan Dorong Pembangunan SDM di Lanny Jaya
Sekelompok Warga Memalang Kantor Bupati dan BPKAD Nduga, Karena Kecewa Kinerja Pemerintah
Puncak Jaya Dorong Pengolahan Pangan Lokal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Dana Desa Lanny Jaya Disalahgunakan, Rp18 Miliar Disetor ke Kas Negara
Satreskrim Polres Jayawijaya Olah TKP Kebakaran Rumah di Jalan Gang Suci, Selidiki Penyebab Kebakaran
Arsip Keluarga, Identitas dan Perlindungan Hukum: Pesan Sosialisasi di Mulia
Bupati Nduga Resmi Buka RAPIM dan MUSDA KNPI, Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan
Polresta Jayapura Ungkap Tiga Kasus Pencurian, Satu Tersangka Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:39 WIT

Sinergi Otsus: BP3OKP Papua Pegunungan Dorong Pembangunan SDM di Lanny Jaya

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIT

Sekelompok Warga Memalang Kantor Bupati dan BPKAD Nduga, Karena Kecewa Kinerja Pemerintah

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:59 WIT

Puncak Jaya Dorong Pengolahan Pangan Lokal Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:36 WIT

Dana Desa Lanny Jaya Disalahgunakan, Rp18 Miliar Disetor ke Kas Negara

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:26 WIT

Satreskrim Polres Jayawijaya Olah TKP Kebakaran Rumah di Jalan Gang Suci, Selidiki Penyebab Kebakaran

Berita Terbaru