Sosialisasi Stunting Digelar Serentak di Distrik Ilu dan Dokome

- Penulis

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mulia, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan sosialisasi pembangunan keluarga yang dilaksanakan di Distrik Ilu dan Distrik Dokome, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Peningkatan Peran Serta Organisasi Kemasyarakatan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota dalam Pembangunan Keluarga melalui Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, yang didukung melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting, faktor penyebab, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini melalui keluarga. Edukasi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya mendukung tumbuh kembang anak agar dapat tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting.

Kegiatan di Distrik Ilu diikuti sebanyak 70 peserta, sementara sosialisasi di Distrik Dokome juga diikuti 70 peserta. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti materi serta menyampaikan berbagai pertanyaan pada sesi diskusi dan tanya jawab.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Distrik Ilu dan Kepala Distrik Dokome, yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan sosialisasi sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting di tingkat distrik.

Dalam kegiatan tersebut, Periben Enumbi, S.T., selaku narasumber pertama, menyampaikan materi mengenai tumbuh kembang generasi sehat serta berbagai faktor yang dapat menyebabkan stunting. Sementara itu, Maria Barekala, A.Md.Keb., sebagai narasumber kedua, memberikan pemahaman mengenai cara mencegah stunting dan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan serta tumbuh kembang anak.

Penyampaian materi kepada masyarakat turut didampingi oleh Lirinda Wonda dan Yosi Wonda sebagai penerjemah, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan lebih baik oleh masyarakat setempat.

Periben Enumbi: Penanganan Stunting Membutuhkan Kolaborasi Lintas Sektor

Kabid Keluarga Berencana DP3AKB Kabupaten Puncak Jaya, Periben Enumbi, S.T., mengatakan bahwa stunting merupakan isu nasional yang membutuhkan perhatian dan kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Stunting merupakan isu nasional yang menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Karena itu, penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh satu dinas saja. Kita harus bekerja sama dan membangun koordinasi antara stakeholder serta perangkat daerah terkait,” ungkap Periben.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mendukung pencapaian target penurunan angka stunting. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri sehingga keterlibatan seluruh perangkat daerah dan masyarakat sangat dibutuhkan.

“Harapan kami, melalui kegiatan sosialisasi seperti ini, para mama semakin memahami bagaimana mempersiapkan anak-anak agar dapat tumbuh sehat dan tidak terkena stunting maupun berisiko stunting. Apa yang sudah disampaikan dalam sosialisasi ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Periben juga mengajak seluruh perangkat daerah dan stakeholder terkait untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Puncak Jaya.

Masyarakat Aktif Berdiskusi

Antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya mengikuti materi yang diberikan, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi dengan para narasumber mengenai persoalan stunting yang berkaitan dengan kondisi keluarga dan tumbuh kembang anak.

Keaktifan peserta dalam sesi tanya jawab menunjukkan adanya perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Melalui dukungan Dana Otsus Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya terus mendorong pelaksanaan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk penguatan edukasi pembangunan keluarga dan pencegahan stunting.

Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat guna mewujudkan generasi Puncak Jaya yang sehat, kuat, dan berkualitas.

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Sumber Berita: Diskominfo Puncak Jaya

Berita Terkait

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum
Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama
Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal
Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi
Pendidikan Demokrasi Berkelanjutan: KPU Papua Pegunungan Tanamkan Kesadaran Politik Sejak Dini di Kalangan Pelajar SMA Kristen Wamena
Polres Nduga Hadir di Tengah Siswa SD Inpres Kenyam, Dorong Generasi Muda Tumbuh Disiplin, Taat Aturan, dan Berkarakter
Polres Paniai Komitmen Perkuat Sinergi Lintas Instansi, Dukung Satpol PP Tegakkan Perda dan Ciptakan Ketertiban Umum

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:51 WIT

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:40 WIT

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:13 WIT

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:26 WIT

Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:09 WIT

Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi

Berita Terbaru