Daerah

Siswa SMA Muhammadiyah Jayapura Ikuti Sekolah Kebangsaan

JAYAPURA- Pasca dideklarasikan di Jayapura, Mafindo Jayapura melanjutkan program Tular Nalar 3.0 yang dikemas dalam Sekolah Kebangsaan dimana kegiatan ini didekasikan untuk memajukan literasi digital atau berpikir kritis untuk menangkal informasi hoax.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Jayapura tersebut, melibatkan 9 orang fasilitator diantaranya Izzatul Laili, Liboria G. Atek, Mamat Fais Nay, Tenri Ugi Irianto, Annisagita, Masni Sanmas, Leran Mandacan, Etty Kambui, dan Mealeda Aksa Banop dan ratusan siswa SMA Muhammadiyah Jayapura. Turut hadir juga Ketua KPID Papua dan Ketua Bawaslu Kota Jayapura sekaligus membuka kegiatan tersebut.

“Tular Nalar 3.0 adalah satu program dari organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia yang konsen terhadap pemberantasan informasi hoax. Jadi kelas tular Nalar dilaksanakan sebanyak 500 kelas di seluruh Indonesia dan SMA Muhammadiyah Jayapura menjadi salah satunya,” Kata Koordinator Mafindo Jayapura, Dr. Nahria, di SMA Muhammadiyah Jayapura, Rabu (1/11/2023).

Tujuan kegiatan Tular Nalar 3.0 agar peserta lebih tahu, tanggap, dan bisa berpikir kritis di tengah gempuran hoaks, termasuk mengatasi dampaknya.

“Karena pemilih pemula ini adalah pihak yang rentan mendapat informasi hoax apalagi saat ini isu politik sangat meningkat,”Tegasnya

Sementara, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Jayapura, Udin Ramazakir menyambut dengan baik Sekolah Kebangsaan apalagi Program tular nalar 3.0 ini menyampaikan hal-hal secara baik konsepnya kepada siswa SMA Muhammadiyah Jayapura.

“Peserta tular Nalar 3.0 kita harapkan untuk implementasinya agar mereka memahami dengan baik akan konsep tersebut ,yang kedua mereka diharapkan bisa menyampaikan kepada teman-teman lainnya baik di lingkungan sekolah atau sekolah lain,” ungkapnya.

Dikatakan, karena kita tahu bahwasanya sekolah itu cepat dalam penyampaian informasi dan familiar terhadap media massa di media sosial dan mereka mempunyai persahabatan dan teman yang banyak “Jadi diharapkan mereka bisa menyampaikan informasi yang sehat kepada pihak luar dan bijak menggunakan media sosial,” ujarnya.

Lanjutnya, program ini membuka wawasan yang sangat baik jadi kami sangat mendukung dan Kegiatan ini menyasar anak muda dengan kriteria pemilih pemula pada Pemilihan Umum 2024 nantinya.

“Siswa di SMA ini sebagaimana Syarat pemilih mereka Insya Allah mulai dari kelas 11 itu hampir 70% lebih mereka pemilih dan kelas 12 itu semuanya untuk tahun depan sudah masuk 17 tahun,” tambahnya. (Ikbal Asra)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Razia Pekat di Depan Pos Kota Nabire, Polisi Sita 15 Motor Tanpa Surat, Puluhan Sajam, serta Minuman Keras Berbagai Jenis

NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) di depan Pos…

11 jam ago

Bantuan Beras, Mi Instan, dan Pakaian Layak Pakai dari Pemkab Puncak Jaya Ringankan Beban Keluarga Korban Bencana Alam di Kwiyawagi

KWIYAWAGI, 16 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak…

12 jam ago

Minggu Kasih di Nabire, Kapolda Ajak Gereja Selamatkan Masa Depan Generasi Muda Papua

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengajak gereja, keluarga, dan seluruh elemen…

12 jam ago

Guru SD Negeri Mulia Ikuti Pelatihan AI Dasar, Belajar ChatGPT hingga Gemini untuk Mendukung Pembelajaran Kreatif

Mulia, 17 Oktober 2026 — Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Negeri Mulia mengikuti Pelatihan Artificial…

1 hari ago

Kapolda Papua Tengah Ajak Generasi Muda Jadikan Musik Reggae sebagai Sarana Persatuan, Kreativitas, dan Prestasi Daerah

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini mengajak generasi muda menjadikan musik sebagai…

1 hari ago

Empat Pokja TP-PKK Lanny Jaya Jalankan Program Nyata dari Pembinaan Karakter hingga Pencegahan Stunting

LANNY JAYA, 17 Oktober 2026. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lanny Jaya…

1 hari ago