SIM Gratis di Yapen, Klarifikasi Tim Mari-Yo: Bukan Kegiatan Resmi Koalisi!

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serui, Papua – Wakil Ketua I Tim Mari-Yo, Pontius Rumaikewi, memberikan klarifikasi terkait beredarnya flyer di media sosial mengenai program pembuatan SIM gratis di Kepulauan Yapen.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni inisiatif relawan pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 2, Matius Fakhri dan Aryoko Rumaropen, dan bukan kegiatan resmi koalisi.

“Flyer yang beredar memang mengandung kesalahan prosedur,” ujar Rumaikewi.

“Kami ingin meluruskan bahwa program SIM gratis ini merupakan bentuk kepedulian relawan Mari-Yo terhadap kondisi lalu lintas di Kepulauan Yapen, di mana masih banyak masyarakat yang belum memiliki SIM.”Tegasnya

Ketua Relawan Sami Suwela, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan aksi nyata untuk membantu masyarakat, bukan sekadar janji kampanye.

“Kami prihatin melihat banyaknya masyarakat yang belum memiliki SIM. Inilah bentuk kontribusi kami untuk mengatasi permasalahan tersebut,” jelasnya.

Terkait hal ini, Kasat Lantas Polres Kepulauan Yapen, Iptu Indra Mansi, S.H., menyatakan hingga Selasa, 29 Juli 2025, pihaknya belum menerima surat resmi terkait program SIM gratis tersebut.

“Apabila program ini akan dilaksanakan, Polres Kepulauan Yapen melalui Satlantas akan memastikan seluruh proses mengikuti prosedur dan mekanisme pembuatan SIM yang berlaku,” tegas Iptu Mansi.

“Kami menyambut baik inisiatif para relawan, namun tetap harus sesuai aturan.”Jelasnya

Dengan demikian, Tim Mari-Yo membantah tudingan bahwa program SIM gratis merupakan kegiatan resmi koalisi.

Mereka menekankan bahwa kegiatan ini murni inisiatif dan tanggung jawab para relawan yang peduli terhadap masyarakat Kepulauan Yapen.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik
PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang
Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara
Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara
Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat
Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo
Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP
Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:37 WIT

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

Kamis, 16 April 2026 - 17:18 WIT

PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang

Kamis, 16 April 2026 - 16:53 WIT

Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara

Kamis, 16 April 2026 - 16:36 WIT

Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara

Kamis, 16 April 2026 - 06:56 WIT

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Berita Terbaru