Yalimo, Papua Pegunungan – Proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2021 dan 2024 di Kabupaten Yalimo menuai sorotan. Puluhan pencari kerja (pencaker) yang tergabung dalam Tim 13 mendatangi Gedung DPRK Yalimo pada Kamis, 19 Juni 2024 untuk menyuarakan kekhawatiran mereka terkait dugaan minimnya transparansi dalam proses seleksi.
Dalam dialog terbuka yang digelar di ruang kerja Komisi A DPRK, para pencaker meminta agar DPRK segera membentuk panitia khusus (pansus) yang akan mengawal proses seleksi CPNS formasi 2021 sebanyak 271 orang, serta formasi 2024 yang akan melaksanakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Wamena pada 23–24 Juni 2025.
Ketua Komisi A DPRK Yalimo, Simon Walilo, menyampaikan bahwa pihak legislatif menyambut aspirasi para pencaker dengan serius. Ia menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekrutmen CPNS menjadi perhatian utama DPRK.
“Kami mendukung penuh aspirasi yang disampaikan oleh Tim 13. Harus ada kejelasan, terutama terkait nasib 271 pencaker dari formasi 2021 sebelum proses SKB 2024 dilaksanakan,” ujar Simon.
Nofison Walilo, Ketua Tim Pencaker 13 Kabupaten Yalimo, turut menekankan pentingnya penyampaian informasi yang terbuka dari Pemda Yalimo. Ia juga mendorong agar formasi CPNS 2025 mendatang dapat diselenggarakan secara jujur, transparan, dan akuntabel, memberikan ruang yang adil bagi putra-putri daerah untuk mengabdi sebagai ASN.
Di akhir dialog, DPRK melalui Komisi A berkomitmen akan menyampaikan hasil pertemuan kepada Ketua DPRK dan Bupati Yalimo agar segera ditindaklanjuti demi kelancaran proses seleksi CPNS di masa mendatang.
Penulis : Gin
Editor : Buendi















