Satgas Pangan Polres Jayawijaya: Harga Sembako di Wamena Relatif Stabil

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, 25 Februari 2026 – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pangan Polres Jayawijaya, Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan bahwa pihaknya bersama Bappenas RI telah melakukan pemantauan harga bahan pangan atau sembako di wilayah Kabupaten Jayawijaya selama kurang lebih satu bulan terakhir.

Pemantauan tersebut difokuskan pada 14 komoditi bersubsidi yang beredar di pasaran Wamena, termasuk di Pasar Sinakma, Pasar Misi Wouma, Safri Darwin, hingga Pasar Baru Jibama.

“Pada dasarnya tidak terlalu banyak perubahan signifikan terkait harga barang di pasaran Wamena dari 14 komoditi bersubsidi itu,” ungkapnya, Rabu (25/2/2026).

Meski demikian, terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditi, terutama bumbu dapur seperti cabai rawit. Sementara itu, komoditi lainnya terpantau relatif stabil. Dari hasil wawancara dengan para pedagang, juga ditemukan adanya penurunan harga bawang merah, meski tidak signifikan.

Secara umum, harga komoditi pangan di pasaran Wamena masih tergolong stabil dan belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Jayawijaya itu juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah komoditi bersubsidi, di antaranya minyak goreng Minyakita dan Beras SPHP.

Minyakita dan Beras SPHP telah memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) karena pendistribusiannya ditanggung oleh pemerintah. Namun demikian, tingginya biaya distribusi ke wilayah Jayawijaya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual di pasaran.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, Satgas Pangan mengungkapkan bahwa akan ada program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diluncurkan oleh Bulog guna menyediakan pangan murah bagi masyarakat.

Bappenas juga mengusulkan perlunya solusi strategis untuk menekan harga pangan di Jayawijaya yang masih tergolong tinggi. Namun, langkah tersebut memerlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten, dengan Bappenas.

“Komunikasi ini penting agar kebijakan khusus terkait harga di wilayah ini bisa diambil, tentunya berdasarkan usulan dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat analisa dan evaluasi bersama unsur kepolisian, Bappenas, Disnakerindag, serta Dinas Ketahanan Pangan Jayawijaya. Dari hasil rapat tersebut dibentuk Satgas Sapu Bersih untuk menindaklanjuti berbagai potensi pelanggaran di bidang pangan.

Pihak kepolisian menegaskan akan melakukan pengawasan ketat. Jika ditemukan pelanggaran terkait keamanan pangan, mutu, maupun permainan harga yang tidak wajar, maka akan diambil langkah hukum.

“Tindakan bisa berupa teguran, penutupan tempat usaha, hingga proses pidana apabila ditemukan unsur pidana,” tegasnya.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa
Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga
Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur
Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai
BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata
Youth Camp HKBP Papua Dorong Kreativitas Generasi Muda Lewat Ecoprint
Dari Lima Distrik Menuju Fakultas Kedokteran: Harapan Baru Anak Mamberamo Tengah
Langkah Berani Bupati Yonas: Membuka Jalur Mandiri Kedokteran untuk Putra-Putri Asli Mamberamo Tengah

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:56 WIT

Kapolda Papua Tengah: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Pengabdian untuk Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 08:37 WIT

Operasi Cinta Damai Noken, Polres Puncak Hadirkan Kepedulian dan Kedekatan dengan Warga Misimaga

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIT

Ledakan Diduga Bom PD II di Biak: 5 Tewas, 3 Hilang, dan 6 Rumah Hancur

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:51 WIT

Terduga Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya Berinisial EK Diamankan di Kampung Bilogai

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:10 WIT

BCA Gelar Genera-Z Berbakti 2026, Mahasiswa UNCEN dan UNAIR Adu Inovasi Bangun Desa Wisata

Berita Terbaru