Ruben Bonay: Jelang Pesparawi Nasional, Manokwari Harus Tetap Damai

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Manokwari – Ketua Parlemen Jalanan Kabupaten Manokwari, Ruben Bonay berharap jelang Pesta Paduan suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional Ke XIV yang akan dilaksanakan pada 18 – 28 Juni 2026 mendatang di Manokwari Provinsi Papua Barat berjalan aman dan damai.

Himbauan ini disampaikan Ruben pasca adanya aksi demo ratusan massa yang menyebut diri Pecari Kerja (Pencaker) Formasi 2021 di Kantor Bupati Manokwari pada beberapa waktu lalu atas tuntutan kejelasan pengangkatan ratusan Pencaker sebagai Pegawai Negeri.

“Jika semua persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan hati terbuka dengan mengutamakan semangat tinggi membangun daerah Manokwari yang aman dan maju,” ungkap Ruben, Minggu (14/6/2026).

Kata Ruben, masyarakat diminta lebih jeli dan memiliki filter dalam menerima informasi, pastikan yang diterima bukalah berita hoax yang menyesatkan

“Berita yang belum tentu kebenarannya, yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga malah memperkeruh suasana damai yang telah tercipta di Manokwari ini. Maka harus lebih jeli dan teliti atas semua informasi yang belum tentu kebenarannya,” kata.

Ruben menjelaskan, persoalan Pencaker dapat ditempuh dengan jalur dialog, tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku, tanpa adanya tindakan yang dapat menganggu situasi Kamtibmas di Kota Manokwari.

“Gunakan dialog, dan jika ada aspirasi yang masih akan disampaikan, silahkan tempuh jalur yang ada dengan tertib dan sesuai aturan yang berlaku. Mari kita komitmen bersama menjaga Kamtibmas di Manokwari khususnya jelang perhelatan Pesparawi Nasional ke XIV mendatang,” pungkasnya.

Para tokoh agama, tokoh adat maupun tokoh pemuda, juga diharapkan andil dalam menjaga situasi aman dan kondusif tersebut.
Manokwari adalah kota bersama, jangan hanya satu kejadian merusak kebersamaan yang sudah lama terjaga.

“Semua ketokohan yang ada di Monokwari, mari sekali lagi kita jaga bersama situasi aman dan damai ini, jaga aktivitas sehari-hari kita agar tetap berjalan baik, pasar, sekolah maupun aktivitas masyarakat lainnya harus tetap berjalan normal dan aman. Dengan itu juga maka menjadi tanda pendewasaan demokrasi yang ada di Manokwari ini. Pesparawi Nasional ke XIV harus sukses dan menjadi ajang persaudaraan bagi semua dari Tanah Papua,”tuturnya.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan
Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34
Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia
Lima Dokter Muda Nduga Resmi Magang di RS Unhas Makassar Guna Lanjutkan Pendidikan Spesialis
Festival Kopi Papua 2026: Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Ekonomi Papua
Membangun Kembali Harapan Ekonomi Kampung: Revitalisasi BUMKam Misyani Sebagai Penggerak Potensi Lokal di Kampung Tobati
Pemkab Nduga Kirim Dokter ke Makassar, Siapkan Generasi Spesialis Asli Papua
Herlius Gwijangge Serahkan Bola, Ajak Anak Nduga Berlatih dan Berprestasi

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:52 WIT

Momen Unik: Wamenpar Turun Langsung Abadikan Atraksi Budaya Papua Pegunungan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:41 WIT

Wamenpar Ni Luh Puspa Resmi Buka Festival Budaya Lembah Baliem ke-34

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:28 WIT

Festival Budaya Lembah Baliem ke-34: Papua Pegunungan Tunjukkan Wajah ke Dunia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:48 WIT

Lima Dokter Muda Nduga Resmi Magang di RS Unhas Makassar Guna Lanjutkan Pendidikan Spesialis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:49 WIT

Festival Kopi Papua 2026: Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Ekonomi Papua

Berita Terbaru