Retreat GIDI Wilayah Bogo: Iman, Persaudaraan, dan Semangat Kristus Menyatu

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA — 19 Agustus 2025, Semangat rohani dan kebersamaan menyatu dalam Retreat Pemuda Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Bogo yang digelar di Wamena. Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda GIDI Bangkit sebagai Prajurit Kerajaan Surga” ini menjadi titik temu bagi pemuda dari 14 klasis se-wilayah Bogo untuk memperkuat iman dan mempererat persaudaraan dalam Kristus.

Retreat yang berlangsung sejak pertengahan pekan ini bukan sekadar ajang ibadah dan seminar, tetapi menjadi ruang refleksi dan pembentukan karakter rohani bagi generasi muda GIDI. Puncak kegiatan dijadwalkan berakhir pada Sabtu mendatang, dengan ibadah penutup dan sesi kebersamaan di Gereja GIDI Efesus Wamena.

Dukungan dari pemerintah daerah pun mengalir sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan pemuda gereja. Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, hadir langsung dan menyerahkan bantuan berupa lima ekor babi, satu ton beras, serta dana sebesar Rp200 juta untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara. Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, turut memberikan dukungan dana sebesar Rp100 juta.

Dalam sambutannya, Ones Pahabol yang juga dikenal sebagai kader gereja, menyampaikan pesan mendalam kepada para pemuda agar tetap hidup dalam komunitas rohani yang berakar pada kasih Kristus.

“Pemuda Papua harus berada di tengah lingkaran Tuhan. Jangan berada di pinggir, apalagi di luar. Kita harus menyatu dalam kasih dan kebenaran yang Tuhan berikan,” ujar Pahabol dengan nada tegas namun penuh kasih.

Ia menambahkan bahwa sejak awal penciptaan, Tuhan telah menempatkan manusia dalam komunitas yang sempurna. Melalui Kristus, komunitas itu diteguhkan kembali agar umat hidup dalam terang dan kasih yang sejati.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, mengaku sangat terberkati dengan kehadiran dan semangat para pemuda dalam kegiatan ini. Ia menyebut pemuda sebagai ujung tombak pembangunan, baik dalam pelayanan gereja maupun dalam pemerintahan.

“Pemuda adalah kekuatan utama. Pemerintah daerah akan terus mendukung pelayanan pemuda, tanpa memandang denominasi gereja. Kita semua satu dalam semangat membangun Papua,” ungkap Ronny.

Retreat Pemuda GIDI Wilayah Bogo menjadi momentum penting bagi gereja untuk memperkuat kesatuan tubuh Kristus, memperdalam nilai-nilai iman, dan membangun sinergi antara gereja, pemuda, dan pemerintah demi kemajuan Papua Pegunungan yang berlandaskan kasih dan pelayanan.

Penulis : Kaleb Lau

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Pegunungan

Berita Terkait

Wamendagri Ribka Haluk Dorong RKPD 2027 Papua Pegunungan Selaras Prioritas Nasional
Musrenbang RKPD dan Otsus 2027, John Tabo Tegaskan Komitmen Perkuat Pembangunan Papua Pegunungan
Pj. Sekda Yubelina Enumbi Tegas: ASN Absen Setahun Akan Diberhentikan
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan dalam Nuansa Syukur
Kondisi Kemanusiaan dan Keamanan Yang tak Terjamin di Tanah Papua Membuktikan Gagalnya Otonomi Daerah Selama 30 Tahun.
Melianus Yatipai Klarifikasi Tuduhan Pencemaran Nama Baik, Tegaskan Komitmen Layani Aspirasi Rakyat Paniai
 Pemprov Papua Pegunungan Peringati Hari OTDA ke-30, Gubernur John Tabo Tekankan Persatuan dan Pelayanan Publik
Wabup Fredi Tabuni Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-XXX di Lanny Jaya

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:40 WIT

Wamendagri Ribka Haluk Dorong RKPD 2027 Papua Pegunungan Selaras Prioritas Nasional

Senin, 27 April 2026 - 17:22 WIT

Musrenbang RKPD dan Otsus 2027, John Tabo Tegaskan Komitmen Perkuat Pembangunan Papua Pegunungan

Senin, 27 April 2026 - 16:59 WIT

Pj. Sekda Yubelina Enumbi Tegas: ASN Absen Setahun Akan Diberhentikan

Senin, 27 April 2026 - 16:29 WIT

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan dalam Nuansa Syukur

Senin, 27 April 2026 - 12:06 WIT

Kondisi Kemanusiaan dan Keamanan Yang tak Terjamin di Tanah Papua Membuktikan Gagalnya Otonomi Daerah Selama 30 Tahun.

Berita Terbaru