Rakortek Antarwilayah: MoU Ketahanan Pangan Disepakati Pemprov Papua Pegunungan dan Biak Numfor

- Penulis

Kamis, 17 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biak Numfor, 16 Juli 2025 – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan berbasis komoditi unggulan. Penandatanganan ini berlangsung dalam suasana penuh semangat dan penghargaan sejarah di Gedung KSL Ballroom, Biak, Rabu (16/7).

Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Anggota Komisi II DPR Papua Johanes Markus Wakum, DPR Papua Pegunungan, jajaran OPD, Forkopimda TNI-Polri, investor, serta perwakilan dari kabupaten di wilayah Teluk Saireri seperti Supiori, Yapen, dan Waropen.

 Kerja Sama Pangan yang Berakar dari Sejarah dan Cinta

Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (HC) Jhon Tabo, SE., MBA, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada masyarakat Biak dan Saireri atas kontribusi historis mereka dalam pembangunan wilayah pegunungan Papua.

“Dedikasi saya sebagai pemimpin hari ini berasal dari didikan penuh kasih dan cinta guru-guru dari Biak. Mereka cerewet, tapi mendidik dengan hati,” ungkapnya dengan nada haru.

 Biak dan Saireri: Fondasi Pembangunan Papua Pegunungan

Gubernur mengenang masa kecilnya di Wamena, di mana para guru, tenaga kesehatan, dan camat yang mengabdi di wilayah pegunungan mayoritas berasal dari Biak dan Saireri. Ia bahkan mengisahkan bagaimana masyarakat Karubaga memikul camat asal Biak sebagai bentuk penghormatan luar biasa.

“Camat dari Biak dihormati seperti presiden. Mereka membawa wibawa dan pengabdian yang luar biasa,” kenangnya.

 Lebih dari Pemerintahan: Ikatan Emosional yang Mendalam

Tak hanya soal birokrasi, Gubernur Jhon Tabo juga menyingkap hubungan emosional yang terjalin antara masyarakat gunung dan Biak. “Saya menikah dengan perempuan Biak. Jadi ini bukan hanya kerja sama pemerintahan, ini hubungan hati dan sejarah,” ujarnya, disambut tepuk tangan hangat peserta Rakortek.

Ajakan untuk Tidak Melupakan Sejarah

Gubernur mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan dan wilayah Saireri untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan tidak melupakan sejarah panjang pengabdian lintas wilayah.

“Kita bangun kerja sama ini sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Saireri yang telah berkontribusi dalam pembangunan Papua Pegunungan. Jangan pernah lupakan sejarah,” tegasnya.

Penulis : Gin

Editor : A. Buendi

Berita Terkait

Rumah Hangus Terbakar, Satreskrim Kumpulkan Barang Bukti di TKP
Pemprov Papua Pegunungan Gelar Pelatihan Penatausahaan Barang Milik Daerah
Pemprov Papua Pegunungan Dukung HUT ke-1 Koperasi Desa Merah Putih Welesi
Pemkab Puncak Jaya Bangun Budaya Sadar Arsip Melalui Sosialisasi Tiga Hari
Diskominfo Puncak Jaya Terima Siswa PKL SMK Negeri 1 Mulia
Kontingen Puncak Jaya Raih 9 Gelar di MTQ Papua Tengah
Kehadiran Bupati di Lapangan Jadi Bukti Komitmen Pemerintah Lanny Jaya Sukseskan SE2026
Satgas Pamtas RI–PNG Musnahkan 5.000 Batang Ganja di Jayawijaya

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:58 WIT

Rumah Hangus Terbakar, Satreskrim Kumpulkan Barang Bukti di TKP

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:45 WIT

Pemprov Papua Pegunungan Gelar Pelatihan Penatausahaan Barang Milik Daerah

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:25 WIT

Pemprov Papua Pegunungan Dukung HUT ke-1 Koperasi Desa Merah Putih Welesi

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:35 WIT

Pemkab Puncak Jaya Bangun Budaya Sadar Arsip Melalui Sosialisasi Tiga Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:19 WIT

Diskominfo Puncak Jaya Terima Siswa PKL SMK Negeri 1 Mulia

Berita Terbaru