Daerah

Puskesmas Mulia Rutin Gelar Germas Pada Anak Stunting dan Berisiko Stunting

MULIA-Puskesmas Mulia rutin menggelar Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) kepada anak stunting dan anak beresiko stunting guna untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.

Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Mulia drg. H. Miftahul Huda disela kesibukannya. Ia menuturkan bahwa hal ini sudah lama dilakukan dan menjadi rutinitas Puskesmas Mulia sebagai Puskesmas terbaik di Puncak Jaya saat ini.

Perlu diketahui bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak Jaya dalam hal ini Pj. Bupati Dr. Tumiran, S.Sos.,M.AP bersama Pj. Sekda Yubelina Enumbi, SE.,MM terus berupaya semaksimal mungkin untuk menurunkan angka stunting yang ada di Puncak Jaya melalui berbagai aksi Konvergensi dan intervensi.

Sosialisasi dan pembinaan kader terus dilakukan serta tetap mempertahankan kinerja jajarannya untuk menekan angka prevalensi stunting di wilayah kami” Ujar Huda.

Hal inilah yang menjadi salah satu indikator penilaian dari Tim INEY Kemendagri yang membuahkan hasil Puncak Jaya mendapatkan juara 1 Penanganan Stunting di Provinsi Papua Tengah.

“Balita stunting yang mangkir datang ke Puskesmas Mulia akan dilaksanakan kunjungan ke rumah untuk memastikan balita stunting mendapatkan PMT dan edukasi.” tambahnya.

Selanjutnya Ia menuturkan bahwa langkah lain yaitu pelacakan anak stunting dan resiko stunting dilaksanakan diseluruh posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mulia tetap digalakkan. “Anak yang terjaring resiko stunting di posyandu akan dipisahkan dan dilaksanakan skrining ulang bersama tim pakar dan tim ahli untuk menentukan anak stunting dan beresiko stunting. sehingga penanganannya khusus dan berbeda dengan anak lainnya” imbuh Huda.

Dirinya juga menyampaikan bahwa saat ini melalui Dinas Kesehatan bersama tim eksternal tengah melakukan Akreditasi terhadap Puskesmas Mulia.

Lanjut, Huda menambahkan bahwa selain itu Puskesmas Mulia juga tetap menyediakan dan memberikan susu kepada balita stunting sebagai intervensi pengentasan dan makanan tambahan lokal dan PMT diberikan setiap hari hingga balita stunting terbebas dari resiko stunting.(Naya)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

WAMENA — Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya memenuhi undangan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten…

21 jam ago

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

WAMENA – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Jayawijaya terus berkomitmen mendukung penanganan dan penyelesaian dinamika pertanahan…

21 jam ago

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini berencana menghidupkan kembali rumah apung di…

24 jam ago

Kabut Asap Tebal di Lembah Baliem Ganggu Operasional Bandara Wamena, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter

WAMENA – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, semakin parah…

1 hari ago

Kupon BBM Dinilai Hambat Pelayanan, DPRK Jayawijaya Minta Pengawasan Ketat dan Koordinasi Lintas Instansi

WAMENA – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan…

1 hari ago

Pendidikan Demokrasi Berkelanjutan: KPU Papua Pegunungan Tanamkan Kesadaran Politik Sejak Dini di Kalangan Pelajar SMA Kristen Wamena

WAMENA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Pegunungan terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi…

1 hari ago