Daerah

Ribuan Masyarakat Sampaikan Aspirasi, Pj Tumiran Berjanji Akan Memperjuangkannya

MULIA-Sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap nasib generasi muda Puncak Jaya, Tim Pencari Kerja Kabupaten Puncak Jaya (Pencaker Puja) melakukan aksi Demo damai bersama perwakilan 27 Distrik dan 302 Kampung mendatangi Kantor Bupati Puncak Jaya untuk menyampaikan aspirasi, Senin (3/6).

Massa ditemui langsung oleh Pj. Bupati Puncak Jaya Dr. Tumiran, S.Sos, M.AP yang didampingi Pj. Sekda Yubelina Enumbi, SE, MM,Asisten II SETDA Esau Karoba, S.Pak, M.Si dan Forkopimda Puncak Jaya di Halaman Kantor Bupati Puncak Jaya Pagaleme.

Dari pamflet dan orasi, massa yang telah berkumpul dari Kota Lama dan alun-alun langsung meringsek masuk ke Halaman Kantor Bupati guna menemui Pimpinan Daerah.

Massa berharap Pemda memperhatikan porsi penerimaan CPNS Tahun 2024 harus ditambah serta 100% harus berasal dari Orang Asli Papua (OAP) khususnya Orang Asli Puncak Jaya dan menolak pendaftar dari luar Puncak Jaya.

Mika Wanena selaku Ketua Orasi demo meminta pemerintah daerah meneruskan aspirasi aksi ini kepada bapak Presiden RI dan Wakil Presiden RI. “Kami harap agar pemerintah pusat menambahkan kuota penerimaan CPNS Puncak Jaya ini kalo boleh sebanyak 5000 formasi peserta” Ujarnya. Dari jumlah kuota sebanyak 1. 246 formasi masih sangat sedikit menurut Pencaker.

Dalam aksi damai tersebut, Forum Pencaker menyerahkan simbol tanda penyampaian aspirasi dan perjuangan. “Dimana kami berikan bapak Pj. Bupati dan Ibu Pj. Sekda panah dan bolpoin. Ini ilustrasikan anak pana dan satu bua bolpoin sebagai simbol untuk kemajuan harus dengan pendidikan sebaliknya jika tidak maka Puncak Jaya akan tetap kemunduran.”jelasnya.

Wanena menyerahkan bolpoin dan anak panah disaksikan semua hadirin dan Forkopimda serta sejumlah ASN yang hadir memenuhi Halaman Kantor Bupati.

“Anak panah yang artinya dulu disini tempat peperangan dan bolpoin artinya damai pemerintah masuk ke wilayah kabupaten puncak jaya oleh karena itu” tambahnya.

Dalam kesempatan berbeda dijumpai wartawan Ia meminta pemerintah pusat juga dapat mengupayakan kebijakan khusus masyarakat Kabupaten Puncak Jaya saat ini yang sudah memasuki batas usia. Ia juga menambahkan bahwa secara aturan memang jelas yang diutamakan adalah kompetensi dan syarat lainnya, akan tetapi untuk membangun Puncak Jaya akan tidak berharap agar pendekatan yang dilakukan jangan lewat aturan tetapi afirmasi.

“Khususnya kami yang berusia sampai dengan usia 36 atau 37 Tahun, maka ia meminta mempercepat melakukan pengangkatan CPNS” ucap Wanena.

Menurutnya hal ini juga, merupakan imbas dari carut marut penerimaan CPNS tahun sebelumnya yang sering tertunda akibat sejumlah persoalan.
Dalam aksi damai tersebut, pimpinan daerah mendengarkan secara langsung aspirasi dan penyampaian daei berbagai pihak terkait persoalan yang ingin disampaikan. Hal ini juga disambut baik oleh Pimpinan Daerah bersama jajaran dengan mencatat sekaligus menerima aspirasi yang dikemukakan.

Penyerahan simbol anak panah dan balpoin diterima langsung Pj.Sekda Yubelina Enumbi. Pj. Sekda menyampaikan “Saya terima Balpoin artinya damai dan bukan panah. Kami tidak mau masyarakat saya perang. Kami mau Kabupaten Puncak Jaya harus damai” Tegas Yubelina.

Dalam kesempatan tersebut Pj. Bupati menyampaikan arahan bahwa Negara Indonesia adalah negara demokratis yang menerima segala masukan dan aspirasi yang sudah diatur UU. Adapun soal Kuota adalah kewenangan pemerintah pusat dan bukan kewenangan Pemerintah Daerah.

Pj. Sekda kembali mengimbau agar massa tidak anarkis dan tetap berdoa agar segala usulan dapat diterima oleh pusat. “Kami akan mengupayakan” tutup Pj. Sekda.

Selepas aksi damai, massa membubarkan diri dengan tertib dan situasi kembali aman dan damai. (Imanus)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Semangat Hidup Sehat dan Kebersamaan Warnai Senam Pagi Pegawai Kantor Pertanahan Jayawijaya di Halaman Kantor

WAMENA – Dalam rangka menjaga kebugaran fisik serta mempererat tali silaturahmi antar pegawai, Kantor Pertanahan…

3 jam ago

Papua Pegunungan Berhasil Selesaikan Tahapan Administrasi Tepat Waktu, John Tabo Ingatkan Jangan Berpuas Diri

WAMENA, 8 Oktober 2026 — Kerja cepat dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan administrasi pemerintahan membawa…

4 jam ago

Pelantikan Hamka Yelipele sebagai Anggota MRP Papua Pegunungan Jadi Momentum Penting Menegakkan Hukum dan Menjaga Kerukunan Umat Beragama

WAMENA, 9 OKTOBER 2026 – Penghormatan terhadap hukum dan pelaksanaan tugas sesuai peraturan menjadi pesan…

4 jam ago

Membangun Masa Depan Papua Tengah: Polres Intan Jaya Sosialisasikan Sekolah Unggulan dan Beasiswa untuk Pelajar Sugapa

INTAN JAYA – Peluang meraih pendidikan berkualitas terus diperkenalkan kepada generasi muda di Kabupaten Intan…

4 jam ago

Festival Literasi Papua 2026: BI Papua Dorong Generasi Muda Melek Ekonomi dan Keuangan Digital

Jayapura, 6 Oktober 2026 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (BI Papua) resmi membuka…

17 jam ago

Bupati Aletinus Yigibalom Turun Langsung ke Kampung, Salurkan Bantuan Keagamaan untuk Gereja Baptis Bahtra Dugume dan Gumbanalo II di Tengah Efisiensi Anggaran

TIOM –8 Oktober 2026- Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd., bersama sejumlah organisasi perangkat daerah…

1 hari ago