Daerah

Puskesmas Lumpuh, Warga Distrik Panggema Berjuang Tanpa Tenaga Medis

WAMENA—Isu memilukan kembali menyelimuti pedalaman Tanah Papua, puluhan warga di kampung-kampung Distrik Panggema, Wilayah Hutkimo dilaporkan meninggal dunia dalam waktu yang berdekatan.

Distrik Panggema sendiri berada di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, terletak perbatasan dengan Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Jayawijaya

Hal itu disampaikan langsung oleh Tokoh Gereja Wilayah Hutkimo, Tinus Aliknoe, pada Rabu (25/02/2026)

Tinus menjelaskan, kematian massal ini bukan sekadar karena serangan penyakit, melainkan akibat lumpuhnya pelayanan kesehatan dan minimnya kehadiran tenaga medis dari Puskesmas Panggema di tengah masyarakat.

Sehingga warga di kampung-kampung harus berjuang sendirian melawan penyakit tanpa bantuan medis profesional, Puskesmas Panggema, yang seharusnya menjadi pusat pertolongan pertama, dinilai gagal menjalankan fungsinya sebagai garda terdepan kesehatan publik.

“Yang menjadi korban adalah Wilayah Hutkimo, bagian atas dari Puskesmas Panggema, yang terdiri dari Tukam, Volongsili, Kemumanggen, Pontengpilik, Tongkoi, dan beberapa Kampung lainnya, Mencapai 21 Orang Meninggal Dunia”, jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa hal ini disebabkan penyakit menular seperti Ispa, Pneumonia dan Diare yang dimulai sejak awal bulan Desember 2025 hingga bulan Februari 2026.

Dalam wabah itu penderita sesak napas tak kunjung tertolong selamat hingga mencapai angka 21 orang telah meninggal dunia,  dengan selisih usia bayi 4 orang, dewasa 18 orang laki-laki dan perempuan.

“Setelah kejadian ini kami sudah laporkan kepada Kepala Puskesmas Panggema dan Dinas terkait, maka mereka datang melayani kami sekaligus memastikan apa penyebab penyakitnya, namun sudah terlambat,” terang Tinus Aliknoe.

Menurutnya, banyak tenaga kesehatan (Nakes) yang ditugaskan di Puskesmas Panggema tetapi tidak berada di tempat tugas dalam waktu lama, tetapi meninggalkan masyarakat tanpa akses pengobatan.

Kemudian tidak adanya program jemput bola atau kunjungan rutin ke kampung-kampung, karena warga yang sakit parah tidak bisa ke puskesmas kendala dengan geografis.

“Seperti pelayanan posyandu, imunisasi, bahkan kunjungan ke setiap kampung untuk lakukan pelayanan, itu sama sekali tidak ada,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Tinus Aliknoe, mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo, dan Provinsi Papua Pegunungan segera melakukan Investigasi secara menyeluruh, ada tiga poin penting yang harus dilakukan diantaranya.

1. Evaluasi Total terhadap seluruh staf dan pimpinan Puskesmas Panggema.
2. Audit Kinerja tenaga medis yang sering meninggalkan tempat tugas.
3. Pemberian Bantuan Darurat segera ke Wilayah Hutkimo untuk mencegah bertambahnya korban jiwa.

Tinus berharap kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Provinsi Papua Pegunungan dalam hal ini Dinas terkait segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja Kepala Puskesmas Panggema bersama stafnya, karena ini sangat merugikan masyarakat. (*)

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kasus Korupsi Dana Desa Lanny Jaya Masuki Tahap Akhir, Jaksa Tuntut Hingga 13 Tahun Penjara

WAMENA , 17 Juni 2026. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayawijaya menuntut para terdakwa kasus dugaan tindak…

5 jam ago

Audit BPKP Rampung, Kejari Jayawijaya Siapkan Penetapan Tersangka Kasus Jalan Lingkar Kantor Bupati

WAMENA – 17 Juni 2026. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayawijaya tengah mempersiapkan penetapan tersangka dalam kasus…

6 jam ago

Nobar Piala Dunia di Mimika, Kapolda Papua Tengah Puji Penampilan Argentina dan Prediksi La Albiceleste Melaju hingga Final

MIMIKA – Suasana penuh antusias dan semangat sepak bola mewarnai Warung Eang, Mimika Baru, Kabupaten…

9 jam ago

Jamkrida Papua Dukung Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Program CSR

PAPUA- Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Papua menyalurkan bantuan satu unit komputer kepada Yayasan Papua Anigou…

13 jam ago

Polda Papua Tengah Gelar Aneka Ragam Perlombaan, Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80

Nabire – Polda Papua Tengah menyiapkan sejumlah kegiatan kompetitif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam…

14 jam ago

Ribka Haluk: Rp2,7 Triliun Dana Otsus dan DTI Harus Tepat Sasaran

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong pemerintah daerah di wilayah Papua…

1 hari ago