Daerah

Puncak Jaya Kondusif, Pihak Keluarga Minta Nama Korban Dipulihkan dan Pelaku Minta Maaf

MULIA- Guna menyikapi kejadian gangguan keamanan yang terjadi pada Rabu 17 Juli 2024 di Distrik Mulia Kabupaten Puncak dimana adanya aksi pembakaran kenderaan, pelemparan dan juga menganiayaan buntut adanya penembakan terhadap tiga warga masyarakat sipil yang meninggal Dunia yakni Dominus Enumbi Ketua Bamuskam asal Kampung Karubate, Pemerinta Morib selaku kepala Kampung Dokome dan Tonda Wanimbo Masyarakat Sipil selaku bendahara Kampung Temu asal Distrik Ilamburawi.

Oleh sebab itu Pj. Sekda Puncak Jaya Yubelina Enumbi, SE, MM mengumpulkan pihak keluarga korban, Sejumlah ormas, Tokoh Pemuda/Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Kepala OPD untuk melakukan langkah-langkah preventif.

Dari rapat tersebut dilakukan pertemuan dengan keluarga masyarakat di lokasi Duka di hadiri Ketua Klasis GIDI Mulia Pdt. Telius Wonda, Tokoh masyarakat Otius Wonda, Keluarga 3 korban Leson Gire, Ketua GAMKI Maikel Wonerengga, Kepala Distrik Muara Yoses Wonda, Kepala Distrik Mulia Tekiles Wonda dan keluarga serta Masyarakat.

Disela acara Duka keluarga di Kampung Karubate Distrik Muara secara inisiatif ikut hadir tiga keluarga korban, Tokoh Pemuda dan Masyarakat Otius Murib, Mewakili Ketiga korban Leson Gire, Ketua Klasis GIDI Yamo Pdt. Telius Wonda, Ketua GAMKI Maikel Wonerengga, Kepala Distrik Mulia Tekiles Wonda, Kepala Distrik Muara Yoses Wonda serta Perwakilan Forum Solidaritas Nusantara Anto Asse menyampaikan bahwa harus dilakuakn klarifikasi bahwa 3 korban adalah masyarakat sipil, kepala kampung dan bamuskam dengan kronologi sesungguhnya.

Keluarga juga menyepakati jalan damai dan tidak akan memperpanjang masalah dan aksi serta meminta keluarga nusantara untuk kembali beraktivitas seperti biasa

“Kami meminta Kodam XVII/Cend dan jajaran untuk meminta maaf dan memulihkan nama baik masyarakat Puncak Jaya dengan membentuk Tim pencari fakta untuk mencari kebenaran,”Ungkap keluarga korban dalam penyataan resminya.

Aksi pembakaran kendaraan dan pelemparan diakui sebagai bagian dari adat dari bentuk ketidakpuasan keluarga korban dan bila ada tindak kejahatan setelah kejadian tersebut bukan lagi berdasarkan ketidakpuasan atas kejadian tersebut

Sementara itu Pemda Puncak Jaya yang diwakili Pj Sekda Puncak Jaya mengajak seluruh keluarga dan masyarakat nusantara untuk bersama-sama menjemput HUT RI Ke-79 bulan Agustus nanti

Meminta ojek dan kios untuk mematuhi aturan jam operasional perdagangan dan batas wilayah antar jemput penumpang melebihi batas. Memahami tugas pokok TNI/Polri untuk tetap menjaga keamanan dan Kamtibmas dengan presisi dan tetap berkoordinasi asal jangan lagi terjadi korban di Masyarakat

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Pemkab Nduga Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Warganya Yang Mengungsi di Distrik Walaik Kabupaten Jayawijaya

WAMENA, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Nduga terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Nduga yang…

1 jam ago

Tak Hanya Terima Bantuan, Guru Dibekali Keterampilan Operasikan Starlink

Mulia, 3 September 2026 — Dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Tahun Anggaran 2026 kembali…

3 jam ago

HUT Polwan ke-78: Polwan Polres Jayawijaya Gelar Bakti Sosial di Pasar Potikelek

WAMENA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Wanita (Polwan) ke-78, jajaran Polwan…

4 jam ago

Kadis Kominfo Akbar: Internet Harus Jadi Sumber Belajar, Bukan Sekadar Hiburan

Mulia, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus…

4 jam ago

Bupati Yuni Wonda: Pendidikan Prioritas, Generasi Muda Harus Melek Teknologi

Mulia, 3 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus…

5 jam ago

Apresiasi FOCIM Kota Jayapura, BTM: Keluarga Diberkati, Kota Diberkati

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura dua periode (2011–2016 dan 2017–2022), Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengapresiasi kehadiran…

6 jam ago