Ilustrasi pencurian sapi. (Ist)
Keerom – Aparat Kepolisian Resor Keerom, Papua berhasil membongkar komplotan pencuri hewan ternak sapi yang meresahkan warga di wilayahnya. Sebanyak dua orang pelaku berhasil tertangkap.
Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras Opsnal Satuan Reskrim Polres Keerom yang melaksanakan penyelidikan intensif sejak 19 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026.
Dua pelaku utama masing-masing berinisial LY (21) dan FU (40) berhasil ditangkap. Keduanya merupakan warga Kampung Sawiyatami, Kabupaten Keerom.
Data yang diperoleh PotretPapua.com menyebut, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait hilangnya hewan ternak sapi di wilayah Arso II, Kampung Yuwanain, Distrik Arso.
Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan bangkai sapi yang menjadi petunjuk kuat terjadinya tindak pidana pencurian. Petugas kemudian melakukan proses profiling dan pemantauan hingga mengamankan para pelaku.
Petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu ekor sapi, senjata tradisional berupa jubi, senjata tajam, serta kendaraan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, komplotan ini telah beraksi sejak November 2025 dan melakukan pencurian secara berkelompok dengan sistem terorganisir. Daging ternak curian berupa daging sapi kemudian dijual dengan harga sekitar Rp4 juta per ekor.
Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, melalui Kasat Reskrim AKP Jetny L. Sohilait, menyebut bahwa pengungkapan kasus pencurian hewan ternak ini merupakan bentuk keseriusan Polres Keerom dalam merespons setiap laporan masyarakat.
“Kapolres Keerom menegaskan bahwa Polres Keerom tidak akan memberikan ruang bagi pelaku tindak pidana yang merugikan masyarakat, khususnya kejahatan yang berdampak langsung pada ekonomi warga,” kata Jetny.
Polres Keerom memastikan akan terus melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku lain yang masih buron. Pihaknya juga berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam melindungi mata pencaharian warga.
“Kami akan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat serta terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan lainnya. Polres Keerom berkomitmen memberikan rasa aman dan keadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Keerom,” pungkas Jetny. (*)
NABIRE — Raut haru tak bisa disembunyikan dari wajah Ibu Sari warga Kabupaten Nabire saat…
Nabire –Lonjakan kejahatan jalanan di Papua Tengah menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Sepanjang Januari hingga…
Nabire – Dalam momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.…
Jayapura – Kehadiran Polri melalui Operasi Cinta Damai Noken 2026 kembali dirasakan langsung manfaatnya oleh…
Jayapura– Polda Papua melalui Polres Biak Numfor bergerak cepat menangani peristiwa ledakan yang diduga berasal…
Sugapa – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial EK (18) yang…