Daerah

Pj Bupati Elai Giban SE. MM Berharap Dukungan PLN Agar Listrik Dapat Menyala Maksimal di Kabupaten Nduga

JAYAPURA-Pj Bupati Nduga Elai Giban SE. MM melakukan pertemuan dengan pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat di Jayapura pada Jumat (21/6). Adapun pertemuan tersebut membahas terkait Program STO (Serah Terima Oprasi) Pemda Nduga dan PLN dan bagaimana listrik dapat hidup dengan maksimal.

Pj Bupati Elai Giban SE. MM mengatakan setelah peninjauan terkait ketersediaan layanan listrik melalui unit pelayanan PLN Timika maka Pemda Nduga memiliki kerinduan bagaimana agar pelayanan kelistrikan lebih baik di Kabupaten Nduga terutama di Ibu Kota yakni di Distrik Kenyam.

“Nduga dapat diakses melalui pesawat dari Timika dan juga dari Wamena dan sedangkan jalur pengiriman BBM melalui akses Sungai,”Katanya.

Elai mengatakan bahwa STO tidak menyeluruh ditgangani PLN sehingga penanganan listrik di Nduga menjadi tidak serius.

“Keberlanjutan pemasangan jaringan baru dan distribusi ke masyarakat tidak berjalan dan Distribusi BBM mengalami permasalahan yang menimbulkan keluhan dari staf PLN di Nduga,”Bebernya.

Kendala utama saat ini adalah keamanan daerah, sehingga selama 1 tahun operasional tidak baik. Alasan kedua yang menghambat adalah pungutan liar dan calo. “Sehingga saya mengambil langkah untuk kerja sama dengan PLN Jayapura untuk penyediaan mesin, kabel, travo,”Harapnya

Elai juga menegaskan kondisi ibu kota kabupaten sangat aman, dan masyarakat merindukan sentuhan pelayanan terkait listrik dan kebutuhan pokok lainnya.
“Potensi air baku ada dan akses jalannya juga tersedia, kami sudah mengusulkan ke Bapenas dan semoga di tahun 2025 mendapat alokasi untuk Pembangunan. Studi terkait PLTA sudah dilakukan, namun karena kebijakan bupati tidak selaras sehingga tidak berjalan,”Katanya.

Posisi ibu kota saat ini gelap karena tidak ada pelayanan listrik. Kendala yang dialami adalah terkait BBM yang sulit, perwakilan Timika menyampaikan surat terkait keamanan, dan pungutan liar dalam distribusi. Sehingga koordinasi tersebut diteruskan ke pimpinan keamanan setempat.

Kondisi saat ini 15 distrik telah kosong karena pengungsian bergeser ke ibu kota dan kabupaten setempat.

“Staf PLN mengalami tekanan yang luar biasa karena masyarakat menuntut pelayanan kelistrikan. Kenyataannya hal ini dikarenakan MoU penanganan listrik kepada PLN belum dilakukan. Pemda Provinsi Papua Pegunungan melakukan kerja sama dengan pesawat Aman Air yang merupakan jasa distribusi BBM,”Bebernya.

Elai mengatakan perkembangan dan hasil pertemuan akan dilanjutkan pada 10 Juli mendatang dengan MoU di Kabupaten Mimika.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Tolikara, 15 April 2026 – Aksi keributan antarwarga yang terjadi di Desa Mairini, Distrik Bokondini,…

3 jam ago

Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo

Yahukimo – Kontak tembak antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap…

4 jam ago

Perempuan Papua Pegunungan Teladani Kartini, Perkuat Silaturahmi Lewat Halalbihalal DWP

Wamena, 15 April 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Pegunungan mengikuti kegiatan Halalbihalal…

13 jam ago

Tak Ada Penahanan Anggaran, Pemprov Papua Pegunungan Tegaskan Persoalan Berawal dari Kesalahan Penyusunan RKA MRP

WAMENA, 14 April 2026 – Polemik mengenai anggaran operasional Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua…

2 hari ago

Bupati Lanny Jaya Hadiri Sidang PAW DPRK, Tegaskan Komitmen Demokrasi

WAMENA – Suasana penuh khidmat menyelimuti ruang sidang DPRK Lanny Jaya pada Selasa, 14 April…

2 hari ago

Sebanyak 8 Anggota DPRK Lanny Jaya Jalur Otsus Resmi Dilantik

TIOM – Suasana khidmat menyelimuti Gedung DPRK Lanny Jaya di Tiom, Selasa (14/04/2026). Dewan Perwakilan…

2 hari ago