Daerah

Pesan Damai di Lembah Baliem, Perayaan HUT PI ke-71 Sarat Makna

Wamena, Papua Pegunungan – Persekutuan Gereja-Gereja Papua Pegunungan (PGPP) Wamena menggelar ibadah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-71 di Lembah Baliem pada Selasa 22 April 2025. Acara ini menjadi momentum penting yang dihadiri oleh perwakilan Pemda, Pemprov, serta jemaat dari 17 denominasi gereja yang berada di Papua Pegunungan.

Ibadah syukur yang digelar di Campus Walter POST 2 STA–Ilekma ini berlangsung penuh hikmat, dengan Firman Tuhan yang dibawakan oleh Bapak Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman, MA., Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua Barat. Firman terambil dari Kitab Roma 1:16, memberikan pesan mendalam tentang kehadiran Tuhan yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Dalam khotbahnya, Dr. Socratez mengingatkan bahwa Tuhan adalah Roh yang hadir di mana-mana, membawa kehidupan dan harapan bagi umat-Nya.

Bupati Jayawijaya, Atenus Murib, S.H., M.H., turut hadir dan memberikan sambutan yang penuh rasa syukur kepada para misionaris yang pertama kali memperkenalkan Injil di Lembah Baliem pada tahun 1954. Ia mengajak seluruh gereja untuk bersatu menjalankan misi pelayanan, termasuk menjaga wilayah dari ancaman seperti penyebaran minuman keras dan ganja. “Setiap gereja harus aktif menasihati jemaatnya dan bersama-sama menjaga daerah agar tetap aman dan sejahtera,” tegasnya.

Ketua PGPP, Pdt. Sendi Tabuni, menyampaikan bahwa persiapan perayaan ini telah berlangsung selama lebih dari satu bulan. Ia berharap kerjasama antara pemerintah dan gereja dapat terus diperkuat untuk meningkatkan pelayanan, terutama di sektor pendidikan, termasuk dukungan untuk sekolah teologi. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan adalah kunci untuk membangun generasi masa depan Papua Pegunungan yang lebih baik.

Pesan persatuan, syukur, dan doa menjadi inti dari perayaan HUT PI ke-71, yang diperkaya dengan tradisi budaya dan kebersamaan. Melalui acara ini, PGPP Wamena menegaskan komitmen gereja-gereja Papua Pegunungan untuk bergandengan tangan membawa perubahan positif, memperkuat pelayanan spiritual, dan membangun masa depan yang berlandaskan kasih.

Perayaan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya membangun kehidupan yang berpusat pada nilai-nilai kekristenan, sekaligus menjadi ajakan untuk bersama-sama memajukan Papua Pegunungan sebagai tanah yang diberkati dan penuh potensi. Dengan semangat persatuan dan pelayanan, masyarakat Papua Pegunungan menyambut perayaan ini sebagai simbol awal dari langkah menuju kebangkitan yang lebih besar.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Konflik Berkepanjangan di Tanah Papua Dinilai Mengorbankan Masyarakat Sipil, Presiden Harus Tarik Pasukan Non-Organik

JAYAPURA – Situasi keamanan di Tanah Papua kembali menjadi sorotan setelah eskalasi baku tembak antara…

1 jam ago

PBB dan PKSA Papua Desak Pencarian Diki Barus Dibuka Terang Benderang

JAYAPURA – Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Papua bersama PBB Kota Jayapura dan PBB Kabupaten…

2 jam ago

Aiptu Dominggus Gannaran Dijemput di Bandara Sentani, Langsung Dirujuk ke RS Bhayangkara

Jayapura, 16 April 2026 – Polres Tolikara melalui perwakilannya melaksanakan penjemputan terhadap Aiptu Dominggus Gannaran,…

2 jam ago

Puluhan Personel Brimob Kawal Mediasi di Bokondini Kabupaten Tolikara

Tolikara, 16 April 2026 – Situasi keamanan di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, mendapat perhatian serius…

2 jam ago

Senjata Api Polisi Dikembalikan, Polres Tolikara Apresiasi Peran Tokoh Masyarakat

Tolikara, 15 April 2026 – Aksi keributan antarwarga yang terjadi di Desa Mairini, Distrik Bokondini,…

12 jam ago

Operasi Damai Cartenz Tegaskan Langkah Terukur Hadapi Gangguan Keamanan Yahukimo

Yahukimo – Kontak tembak antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap…

13 jam ago