Permohonan Maaf SD Inpres Poga atas Kesalahpahaman Isu Scabies

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lanny Jaya, 17 Maret 2026 – Pihak SD Inpres Poga, Kabupaten Lanny Jaya, menyampaikan klarifikasi terkait isu penyakit scabies yang sempat beredar di media sosial dan disebut sebagai wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Sekolah SD Inpres Poga, Molanus Wenda, melalui salah satu guru, Yemima Ismorasi, menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Dinas Kesehatan, serta Puskesmas Poga atas informasi yang sempat menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami dari keluarga besar SD Inpres Poga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila ada postingan dari rekan kami yang menyinggung perasaan pemerintah daerah. Kami tegaskan bahwa penyakit scabies ini bukan wabah, melainkan hanya penyakit kulit biasa seperti kudis atau gatal-gatal,” ujarnya di Puskesmas Poga, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa sejak awal pihak sekolah telah bekerja sama dengan Puskesmas Poga dalam menangani kasus scabies yang dialami oleh para siswa.

Puskesmas, kata dia, telah aktif memberikan pelayanan kesehatan kepada siswa yang terdampak, termasuk melakukan pengobatan serta sosialisasi terkait pentingnya menjaga kebersihan diri.

“Dari pihak Puskesmas sudah membantu menangani anak-anak yang sakit, sekaligus memberikan edukasi tentang kebersihan, seperti mandi teratur, mencuci pakaian, dan menjaga kebersihan tempat tidur,” jelasnya.

Selain itu, pihak sekolah juga secara rutin mengingatkan para siswa untuk menjaga kebersihan diri, termasuk melalui kegiatan edukasi yang dilakukan setiap minggu.

Yemima menambahkan bahwa pihak sekolah sangat mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Dinas Kesehatan, serta Puskesmas Poga yang telah memberikan perhatian dan penanganan terbaik bagi para siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh tenaga kesehatan yang sudah membantu anak-anak kami. Sekali lagi kami mohon maaf atas kesalahpahaman yang terjadi,” tutupnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi salah memahami kondisi yang terjadi, serta tetap mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Penulis : Gin

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Kopi Puncak Jaya Resmi Diperkenalkan di Bandung, Buka Peluang Pasar Nasional
Kasus Pencurian Tuntas, Barang Bukti Dikembalikan ke Dukcapil Puncak Jaya
Papua Pegunungan Perkuat Sinergi Lintas Sektor Hadapi AIDS, TBC, dan Malaria
30 Personel Dukcapil Jemput Bola Layani Administrasi di Distrik Ilu
62 Pasangan Resmi Ikut Perkawinan Massal Puncak Jaya
ATR/BPN Sosialisasi Layanan Baru, Nusron Tekankan Kolaborasi
Kapolda Papua Tengah Turunkan Tim Khusus Selidiki Kebakaran Pasar Bopauda
Wisuda Perdana Politeknik Agraria STPN, Menteri ATR/BPN Dorong SDM Profesional dan Berintegritas

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:29 WIT

Kopi Puncak Jaya Resmi Diperkenalkan di Bandung, Buka Peluang Pasar Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 15:51 WIT

Kasus Pencurian Tuntas, Barang Bukti Dikembalikan ke Dukcapil Puncak Jaya

Selasa, 8 September 2026 - 15:01 WIT

Papua Pegunungan Perkuat Sinergi Lintas Sektor Hadapi AIDS, TBC, dan Malaria

Selasa, 8 September 2026 - 13:28 WIT

30 Personel Dukcapil Jemput Bola Layani Administrasi di Distrik Ilu

Selasa, 8 September 2026 - 13:00 WIT

62 Pasangan Resmi Ikut Perkawinan Massal Puncak Jaya

Berita Terbaru

Daerah

62 Pasangan Resmi Ikut Perkawinan Massal Puncak Jaya

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:00 WIT