Daerah

Pemkab Puncak Jaya Gelar Orientasi dan Pelatihan Teknis untuk Tenaga Penyuluh serta Kader Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Didukung Dana Otsus 2026

MULIA, 13 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar kegiatan orientasi dan pelatihan teknis bagi tenaga penyuluh serta kader kesehatan dan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga penyuluh dan kader dalam mendukung pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), khususnya dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga di tingkat distrik dan kampung.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Puncak Jaya, Ursula Waminop, S.KM., M.Kes. Turut hadir Sekretaris Dinas Agustinus Naisaban, S.IP., M.Sos., Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB) Periben Enumbi, S.T., para kepala seksi dan staf, serta tenaga penyuluh dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari berbagai distrik di Kabupaten Puncak Jaya.

Dalam sambutannya, Ursula Waminop menegaskan bahwa program Bangga Kencana merupakan salah satu upaya strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui penguatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada komitmen, kedisiplinan, dan tanggung jawab para tenaga penyuluh serta kader yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, peserta pelatihan diharapkan tidak hanya hadir untuk mengikuti kegiatan secara formalitas, tetapi benar-benar memahami materi dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Para tenaga penyuluh dan Tim Pendamping Keluarga harus sungguh-sungguh menjalankan tugas pendampingan. Materi yang diperoleh dalam pelatihan ini harus dipelajari dan diterapkan agar dapat membantu masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan,” tegasnya.

Ursula juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap ibu hamil, ibu setelah melahirkan, bayi, serta keluarga yang membutuhkan perhatian khusus. Para kader diharapkan mampu memberikan edukasi, memantau kondisi keluarga dampingan, dan membantu mengarahkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan di puskesmas apabila diperlukan.

Ia turut mengingatkan agar setiap pendamping menjalankan tugas sesuai wilayah kerjanya, membangun koordinasi dengan tenaga kesehatan, serta menyampaikan laporan melalui mekanisme yang telah ditetapkan bersama puskesmas. Dengan demikian, pelaksanaan pendampingan dapat dipantau dan kebutuhan keluarga di lapangan dapat ditangani secara lebih terarah.

Kepala Dinas juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan pelatihan tersebut dengan sebaik-baiknya, aktif bertanya apabila terdapat materi yang belum dipahami, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi keluarga di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang membutuhkan ketulusan dan tanggung jawab. Karena itu, para tenaga penyuluh dan kader diharapkan hadir sebagai mitra masyarakat dalam memberikan informasi, pendampingan, serta dukungan bagi keluarga yang membutuhkan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Maria Barekala, KEB., A.Md., hadir sebagai narasumber, dengan Kuti Wanena sebagai penerjemah untuk membantu penyampaian materi agar dapat dipahami dengan baik oleh para peserta. Materi pelatihan diharapkan menjadi bekal dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta untuk melaksanakan pendampingan keluarga sesuai dengan tugas masing-masing.

Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Berencana, Periben Enumbi, S.T., turut diharapkan memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya penerapan materi pelatihan, koordinasi dengan puskesmas, serta pelaksanaan pendampingan secara konsisten di wilayah kerja masing-masing.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan peserta yang merupakan perwakilan dari 27 distrik di Kabupaten Puncak Jaya. Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh sebanyak 170 peserta, sedangkan pelaksanaan pada hari kedua dan ketiga akan dilanjutkan dengan peserta dari distrik lainnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya berharap seluruh tenaga penyuluh dan kader dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman dalam menjalankan tugas pendampingan keluarga di wilayah masing-masing. Dengan demikian, program Bangga Kencana dapat dilaksanakan secara lebih optimal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas hingga ke tingkat kampung.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Naik Jadi Tipe C, RSUD Tiom Akan Dibangun Gedung Empat Lantai Seluas 7.000 Meter Persegi, Jadi Simbol Transformasi Layanan Kesehatan Masyarakat Lanny Jaya

TIOM-LANNY JAYA-PAPUA PEGUNUNGAN – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menyambut baik kedatangan tim survei dari Kementerian…

56 menit ago

Polda Papua Tengah Catat 926 Kasus Konvensional dan 39 Kasus Transnasional, Evaluasi Triwulan III Jadi Dasar Perkuat Pencegahan Kejahatan

NABIRE – Polda Papua Tengah mencatat 926 kasus tindak pidana konvensional dan 39 kasus tindak…

2 jam ago

Polres Jayawijaya Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan di Bolakme, Cegah Konflik Antarkeluarga

Wamena – Kepolisian Resor Jayawijaya bersama Polsek Bolakme mengamankan seorang terduga pelaku pembunuhan di Kampung…

3 jam ago

Polri Tangkap Dua Anggota KKB Kodap XVI Yamue, Satu Tewas Ditembak Saat Melawan di Jalan Seradala Yahukimo

DEKAI, PAPUA PEGUNUNGAN – Personel gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo berhasil…

3 jam ago

Polda Papua Tengah Gelar Kerja Bakti di GBI Samabusa, Wujud Kepedulian Polri Bangun Fasilitas Ibadah dan Pererat Silaturahmi

NABIRE – Polda Papua Tengah melalui Subdit Bintibsos Ditbinmas melaksanakan kerja bakti dan bakti sosial…

5 jam ago

Tak Menyangka Jadi Kapolres Mimika Sehari, Tiga Anak Punya Cerita Istimewa

MIMIKA – Tak pernah menyangka bisa merasakan pengalaman menjadi seorang Kapolres, Kolose Daud, Frederica, dan…

20 jam ago