Pemerintah dan Forkopimda Jayawijaya Bersatu Berantas Peredaran Miras

- Penulis

Senin, 17 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat evaluasi penanganan minuman keras (miras) pasca kerusuhan yang terjadi pada acara syukuran Bupati Atenius Murip, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Ronny Elopere, S.IP., M.KP., di Lapangan Sepak Bola Kama, Sabtu (15/3/2025). Kerusuhan yang dipicu oleh kelompok warga dalam keadaan mabuk ini mendorong pemerintah untuk mengambil langkah tegas dalam mengatasi persoalan miras yang kerap menjadi pemicu konflik di Jayawijaya.

Rapat yang berlangsung Minggu (16/3/2025) di Ruang Rapat Bupati ini dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk aparat TNI/Polri, lembaga adat, tokoh masyarakat, Majelis Rakyat Papua (MRP), dan DPRK. Pembahasan ini bertujuan untuk mengevaluasi penyebab kerusuhan sekaligus menentukan langkah-langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, menyatakan keprihatinannya atas dampak buruk miras yang terus memicu konflik di tengah masyarakat. “Dari laporan yang kami terima, sebagian besar pelaku kerusuhan berada dalam pengaruh minuman keras. Hal ini sangat mengkhawatirkan dan perlu segera ditangani dengan serius,” ujar Bupati Atenius.

Sebagai langkah konkret, pemerintah memutuskan untuk membentuk tim pemberantasan miras yang akan mulai beroperasi pada Senin, 17 Maret 2025. Tim ini nantinya akan bertugas memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah Jayawijaya, melibatkan sinergi antara aparat TNI/Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. “Kita bersama-sama akan membangun tim keamanan dan ketertiban kota untuk memberantas peredaran miras di Jayawijaya,” tegasnya.

Bupati Atenius menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjalankan misi ini. “Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari miras dan lebih harmonis,” tambahnya.

Pembentukan tim pemberantasan miras ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam menciptakan keamanan di Jayawijaya, sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya miras. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.

Dengan langkah strategis ini, pemerintah Kabupaten Jayawijaya menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas konflik demi kesejahteraan masyarakat.

Penulis : CR. Lasarus

Editor : Buendi

Berita Terkait

Insiden Penganiayaan di Dekai: Polri Kehilangan Personel Terbaik dalam Tugas Negara
Razia Tiga Titik Rawan, Polres Dogiyai Jaga Kamtibmas Kondusif
Kapolres Puncak Jaya Wujudkan Rumah dan Lapangan Voli Lewat Gotong Royong
Pemkab Yapen Sambut Hangat Mahasiswa KKN, Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif Kampung
Rumah Hangus Terbakar, Satreskrim Kumpulkan Barang Bukti di TKP
Pemprov Papua Pegunungan Gelar Pelatihan Penatausahaan Barang Milik Daerah
Pemprov Papua Pegunungan Dukung HUT ke-1 Koperasi Desa Merah Putih Welesi
Pemkab Puncak Jaya Bangun Budaya Sadar Arsip Melalui Sosialisasi Tiga Hari

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:20 WIT

Insiden Penganiayaan di Dekai: Polri Kehilangan Personel Terbaik dalam Tugas Negara

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:31 WIT

Razia Tiga Titik Rawan, Polres Dogiyai Jaga Kamtibmas Kondusif

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:13 WIT

Kapolres Puncak Jaya Wujudkan Rumah dan Lapangan Voli Lewat Gotong Royong

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:57 WIT

Pemkab Yapen Sambut Hangat Mahasiswa KKN, Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif Kampung

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:58 WIT

Rumah Hangus Terbakar, Satreskrim Kumpulkan Barang Bukti di TKP

Berita Terbaru