Pemda dan PMI Puncak Jaya Salurkan Bantuan Para Pengungsi Konban Konflik Pilkada

- Penulis

Kamis, 13 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MULIA-Pj Bupati Puncak Jaya Yopi Murib SE, MM bersama PMI Kabupaten Puncak Jaya terus memberikan perhatian kepada warga yang mengungsi di beberapa tempat. Bahkan, Pj Bupati Yopi Murib bersama PMI Kabupaten Puncak Jaya kembali menyerahkan bantuan bahan makanan, selimut, tikar dan perlengkapan mandi kepada para pengungsi akibat konflik dua kubu paslon Bupati Puncak Jaya tersebut.

Bantuan itu, diserahkan langsung oleh Pj Bupati Yopi Murib kepada para pengungsi di Sekolah Alkitab Mulia, Kodim 1714 Puncak Jaya, Aula Polres Puncak Jaya dan Aula GIDI Mulia, Rabu, 12 Maret 2025.

Bantuan dari Pemkab Puncak Jaya dan PMI ini pun disambut suka cita oleh para pengungsi yang kebanyakan anak-anak dan perempuan ini.

Pj Bupati Puncak Jaya Yopi Murib mengakui bahwa bantuan kepada pengungsi akibat konflik antar kedua kubu pendukung paslon bupati itu, bukan kali ini saja diberikan.

“Kami menyerahkan bantuan bama, selimut, tikar dan lainnya kepada pengungsi yang ada di beberapa titik. Ini bukan baru pertama kali, tapi kejadian konflik pasca Pilkada, kita langsung turun membantu para pengungsi,” kata Pj Bupati Yopi Murib.

“Mereka mengungsi karena ketakutan dan rumahnya terbakar akibat konflik itu, sehingga kami memberikan bantuan kepada pengungsi,” sambungnya.

Kejadian saling serang antara kedua kubu paslon bupati pada 5 dan 12 Februari, kemudian berlanjut pada 3 Maret 2025, diakui Pj Bupati Yopi Murib mengakibatkan jumlah pengungsi bertambah. Bahkan, terakhir data yang dirilis Kapolda Papua Tengah menyebut ada 1.933 orang yang tersebar beberapa posko pengungsian.

Selain membantu bama kepada pengungsi, Pemkab Puncak Jaya juga memberikan bantuan bama kepada kedua kubu paslon bupati yang bertikai.

“Sudah tiga kali kami lakukan (beri bantuan kepada kedua kubu paslon). Tapi ketika pemerintah meminta kedua kubu paslon bupati untuk penanganan persuasif untuk meredakan dan menghentikan saling serang, ternyata tidak indahkan dan justru masih berlanjut sampai kemarin,” ujarnya.

Untuk itu, Pj Bupati Yopi Murib secara tegas menyampaikan bahwa Pemkab Puncak Jaya memberhentikan bantuan bama kepada kedua kubu paslon bupati tersebut.

“Kami sementara menghentikan bantuan bama kepada kedua kubu. Sebab, ketika kita bantu mereka lagi, maka mereka akan kumpul dan berada terus di masing-masing kubu,” jelasnya.

Pj Bupati Yopi Murib mengakui jika dalam 4 hari terakhir ini, pasca personel gabungan TNI – Polri melakukan razia terhadap alat perang dari kedua kubu paslon di dalam Kota Mulia, akhirnya situasi mulai kondusif sampai hari ini.

“Itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi konflik saat Rekapitulasi Suara Ulang Pilkada Puncak yang dilakukan KPU RI sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mulai 12 – 16 Maret 2025 di Jakarta,” ujarnya.

Diakui, pemerintah daerah hanya memberikan bantuan bama dalam hal ini beras, sedangkan bahan makanan lainnya, supermi, telur dan bumbu-bumbu melibatkan para pedagang di Mulia.

Yopi Murib berharap jika situasi sudah kondusif dan aman, para pengungsi di beberapa posko itu bisa kembali ke rumahnya masing-masing dan beraktifitas seperti biasa.

Sementara itu Ketua PMI Puncak Jaya Nelson Wonda mengatakan pihaknya terus bekerja keras guna dapat membantu kemanusian ditengah konflik yang ada saat ini dan berharap konflik agar dapat segera selesai sehingga pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan dan perekonomian dapat kembali berjalan dengan baik.

Penulis : Gin

Editor : Buendi

Sumber Berita: Diskominfo Puncak Jaya

Berita Terkait

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional
Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat
Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan
Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena
Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial
Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama
BMKG Catat 788 Titik Panas di Papua Pegunungan, Kabut Asap Ganggu Penerbangan
Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Wamena, Penerbangan Penumpang dan Kargo Belum Kembali Normal hingga Akhir Oktober

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:46 WIT

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:38 WIT

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:15 WIT

Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:32 WIT

Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial

Berita Terbaru