Wamena, 26 Januari 2026 – Gereja Bethel Indonesia Jemaat Alfa bersama Yayasan Kasih Karunia Indonesia Timur menggelar pelatihan manajemen bisnis selama tiga hari bagi 24 ibu hamil dan remaja dari enam gereja mitra penerima manfaat Program Noken. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian pelaksanaan Program Noken yang telah diluncurkan pada Agustus 2025.
Program Noken merupakan inisiatif yang mengintegrasikan sektor ekonomi dan kesehatan dengan melibatkan enam gereja. Fokus utama program ini adalah memberdayakan ibu hamil serta remaja perempuan, baik dalam mendukung proses persalinan maupun mendorong remaja melanjutkan pendidikan. Selain itu, program ini juga membuka peluang ekonomi melalui kerajinan noken sebagai sumber penghasilan berkelanjutan.
Hefri Tolu, selaku pemateri, menekankan bahwa potensi noken sangat besar untuk membantu ibu hamil dan remaja memperoleh pendapatan. Namun, rendahnya pemahaman bisnis sering kali membuat potensi tersebut tidak optimal. “Pelatihan ini membantu mereka mengenal perbedaan antara jual biasa dan bisnis, serta memberikan pemahaman tentang analisa pasar untuk kerajinan noken,” ujarnya. Ia juga percaya bahwa dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta akan semakin memperkuat pengembangan noken.
Sementara itu, Hana Sahetapy, Koordinator Program Noken dari enam gereja mitra, menyampaikan bahwa banyak ibu hamil dan remaja memiliki keterampilan membuat noken, tetapi masih terkendala dalam memulai usaha yang berkelanjutan. “Kami berharap program noken ini mendapat dukungan dari semua pihak, baik di Provinsi Papua Pegunungan maupun Kabupaten Jayawijaya,” katanya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kerajinan noken tidak hanya menjadi simbol budaya Papua, tetapi juga berkembang sebagai sumber bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil dan remaja perempuan di wilayah Papua Pegunungan.
Penulis : Kaleb Lau
Editor : Tim Redaksi















