Papua

Papua Pegunungan Minta Penanganan Cepat, Jalan Trans Papua Jadi Urat Nadi Ekonomi dan Pembangunan

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan pentingnya penanganan segera atas longsor yang melanda Jalan Trans Papua Wamena–Jayapura pada 7–8 Februari lalu. Pj Sekda Papua Pegunungan, Dr. Wasuok Demianus Siep, menyampaikan harapan agar Kementerian PUPR dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Papua–Papua Pegunungan segera turun tangan melakukan perbaikan dan melakukman upaya evakuasi kendaraan yang terjebak.

“Saya belum menerima laporan resmi, tetapi informasi yang kami terima benar adanya longsor di beberapa titik. Kami berharap pihak penanggung jawab segera melakukan upaya nyata di lapangan agar kendaraan yang terjebak bisa dikeluarkan, sehingga tidak menimbulkan korban,” ujar Sekda Wasuok pada Senin 9 Februari 2026

Ia menekankan bahwa Jalan Trans Papua Wamena–Jayapura bukan sekadar jalur transportasi, melainkan urat nadi perekonomian Papua Pegunungan. Jalur ini menjadi penghubung utama distribusi barang dari Jayapura ke berbagai kabupaten di pegunungan, selain jalur udara yang terbatas dan mahal. Dengan adanya jalan darat, biaya logistik dapat ditekan sehingga harga kebutuhan pokok lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Jalan ini sangat penting karena dapat menekan harga kemahalan yang terjadi di Papua Pegunungan. Oleh sebab itu, masalah longsor dan terjebaknya kendaraan harus segera diatasi dengan cepat dan tepat,” tegasnya.

Sekda juga mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat berdampak luas, mulai dari terhambatnya distribusi bahan pokok, meningkatnya harga barang, hingga potensi risiko keselamatan bagi para sopir dan penumpang yang terjebak.

“Kita berdoa bersama agar tidak ada korban jiwa. Saat ini data-data riil terkait lokasi longsor dan dampaknya terus dikumpulkan,” tambahnya.

Peristiwa longsor ini kembali menyoroti tantangan besar pembangunan infrastruktur di Papua Pegunungan. Jalan Trans Papua yang membelah pegunungan dengan kondisi alam ekstrem membutuhkan perhatian serius agar tetap kokoh menghadapi curah hujan tinggi dan potensi bencana alam. Keberlangsungan jalur ini bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan keterhubungan antarwilayah di Papua.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Kabupaten Nduga Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Diakui Sebagai Pemerintahan Kabupaten Terbaik dalam Upaya Penurunan Kemiskinan Nasional

NDUGA – Pemerintah Kabupaten Nduga menerima penghargaan dalam ajang Mandaya Awards pada kategori Pemerintahan Kabupaten Terbaik…

12 jam ago

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda Resmi Buka Latsar CPNS Formasi 2024, 665 Peserta Didorong Menjadi ASN Profesional, Berintegritas dan Siap Melayani Masyarakat

MULIA, 27 Oktober 2026 – Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., M.M., secara…

15 jam ago

Polemik Penetapan Anggota DPRK Jalur Otsus Mengemuka, Warga Lima Wilayah Adat Jayawijaya Tuntut Penjelasan Gubernur Papua Pegunungan

WAMENA – Puluhan warga yang tergabung dalam masyarakat lima wilayah adat di Kabupaten Jayawijaya, yakni…

16 jam ago

Polres Jayawijaya Tingkatkan Patroli Pencegahan Kejahatan 3C, Personel Sisir Kawasan Bandara hingga Pasar Tradisional di Wamena

WAMENA – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Jayawijaya melaksanakan patroli pencegahan dan penyelidikan tindak…

17 jam ago

Sat Binmas Polres Jayawijaya Imbau Pelajar SMKS YAPESLI Wamena Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial

WAMENA – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Jayawijaya mengimbau siswa-siswi SMKS YAPESLI Wamena untuk…

19 jam ago

Polda Papua Tengah Kerahkan Operasi Patuh Noken 2026 Selama 14 Hari, Pengendara Melawan Arus hingga Pelaku Balap Liar Jadi Sasaran Utama

NABIRE – Polda Papua Tengah menggelar Operasi Patuh Noken 2026 selama 14 hari, mulai 26…

22 jam ago