Momentum Kebersamaan: Ibadah Lepas Sambut dan Pelantikan Pengurus Saloso 2024-2026

- Penulis

Sabtu, 15 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, 15 Maret 2025 – Kerukunan Keluarga Saloso Papua Pegunungan menggelar acara Ibadah Lepas Sambut 2024-2025 yang dirangkai dengan Pelantikan Badan Pengurus Kerukunan Keluarga Saloso Se-Papua Pegunungan Periode 2024-2026. Acara ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Kota Wamena, dihadiri oleh Ketua dan Pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Jayawijaya, Penasehat dan Tua-tua IKT, Ketua-ketua Pilar IKT, Hamba Tuhan, serta tamu undangan lainnya.

 

Acara ini dimulai dengan ibadah yang diperkaya oleh puji-pujian dan pembacaan firman Tuhan oleh Hamba Tuhan. Dengan mengusung tema “Berkat Dalam Kesatuan dan Kekeluargaan” yang terambil dari Mazmur 133:1, serta sub tema, “Melalui Ibadah Lepas Sambut dan Pelantikan Pengurus Kerukunan Saloso Kita Bangun Persekutuan Ini dalam Kesatuan Hati dan Kebersamaan dengan Tekun Bersekutu, Melayani, dan Saling Mengasihi,” acara ini menjadi pengingat untuk terus memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan di tengah keluarga besar Saloso.

Dalam sambutannya, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT), Yohanis Tuku, ST., menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap pengurus yang baru dilantik. “Dengan terbentuknya Kerukunan Keluarga Saloso ini, pilar-pilar IKT kini bertambah menjadi 28. Saya yakin dan percaya bahwa program-program pelayanan untuk menjangkau mereka yang belum terjangkau akan dilaksanakan dengan baik. Tetaplah membangun komunikasi dan responsif terhadap keluarga yang membutuhkan bantuan. Mari kita terus mempererat persatuan dan kesatuan dalam persekutuan ini tanpa membedakan satu sama lain,” ujarnya.

Yohanis Tuku juga memberikan penghargaan kepada Ketua baru, Markus Rante Upa’, atas sambutannya yang luar biasa. Ia berharap Kerukunan Keluarga Saloso dapat menjangkau seluruh kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan sehingga lebih banyak keluarga yang dapat bergabung dan merasakan manfaat persekutuan ini.

Sementara itu, Markus Rante Upa’, Ketua Kerukunan Keluarga Saloso yang baru dilantik, menjelaskan bahwa organisasi ini telah ada sejak tahun 1990-an, namun sempat vakum selama 20 tahun karena ketiadaan kepengurusan. Pada tahun 2019, upaya pembentukan kembali pengurus dimulai, dan kini Kerukunan Keluarga Saloso telah memiliki 140 keluarga anggota. “Mari kita tingkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan agar persekutuan ini terus berkembang. Saya juga mengajak saudara-saudara yang belum bergabung untuk bersama-sama membangun persekutuan ini,” imbuhnya.

Markus menambahkan bahwa Persekutuan Keluarga Saloso terbuka untuk siapa saja yang mau bergabung, asalkan menaati aturan yang ada. “Mari kita saling mendoakan, menghargai, sehati sepikir, dan saling mengasihi agar persekutuan ini menjadi semakin maju,” tuturnya.

Acara ini menandai momentum penting bagi Kerukunan Keluarga Saloso dalam upayanya membangun persatuan dan mempererat tali kekeluargaan di Provinsi Papua Pegunungan. Dengan kepengurusan baru yang penuh semangat, Kerukunan Keluarga Saloso diharapkan dapat menjadi teladan dalam memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat

Penulis : Kaleb

Editor : Buendi

Berita Terkait

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala
Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik
Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena
Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan
Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai
Patah Panah Jadi Tanda Berakhirnya Konflik Sosial, Bupati Aletinus Yigibalom: Mari Saling Menjaga dan Menghormati
Dialog Jadi Kunci, Waterpauw Ingatkan Pentingnya Komunikasi Humanis dalam Pembangunan Papua
Pembukaan Pelatihan Keterampilan Kempetensi Bidang Mebeler Bagi Pencari Kerja

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:27 WIT

Serahkan Rp 1.2 M, 44 Ekor Babi dan 18 Ton Beras dan Bama. Bupati Aletinus Yigibalom Tegaskan: Bantuan Perdamaian Bukan Denda Kepala

Senin, 25 Mei 2026 - 07:56 WIT

Penamatan SD Inpres Mulia: Awal Perjalanan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:37 WIT

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Perdamaian Adat Konflik Wouma–Kurima dan Lanny di Wamena

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:16 WIT

Gubernur John Tabo Tegaskan Perdamaian Adat Jadi Fondasi Papua Pegunungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:31 WIT

Patah Panah, Sambung Persaudaraan, Kurima dan Lanny Sepakat Berdamai

Berita Terbaru