Daerah

Minimnya Tenaga Medis dan Sekolah Terbengkalai, DPRK Jayawijaya Desak Pemerintah Bertindak

Jayawijaya, 6 Mei 2025 – Ketua Komisi C DPRK Jayawijaya, Agus Logo, mengungkap berbagai permasalahan serius dalam sektor kesehatan dan pendidikan yang semakin memburuk akibat efisiensi anggaran. Dalam Hearing DPRK , ia menyoroti minimnya tenaga medis , fasilitas kesehatan yang tidak layak , serta bangunan sekolah yang terbengkalai akibat keterbatasan dana.

Komisi C menemukan bahwa fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayawijaya tidak memenuhi standar pelayanan kesehatan. Gedung baru yang telah dibangun masih bocor saat hujan , memaksa petugas memindahkan pasien ke tempat yang lebih kering. Selain itu, kamar mandi pasien tidak berfungsi dengan baik , serta stok obat-obatan yang telah kadaluwarsa masih tersimpan di gudang. Agus Logo menegaskan perlunya mekanisme distribusi obat setiap tiga bulan agar stok obat tidak terbuang percuma.

Selain permasalahan di sektor kesehatan, ia juga menyoroti kondisi pendidikan yang mengkhawatirkan. SMK Yasores masih menghadapi kendala pembangunan yang belum selesai, meskipun anggaran telah dialokasikan. Kontraktor yang tidak menyelesaikan proyek menyebabkan fasilitas sekolah terbengkalai , dengan kondisi kursi, meja, dan kaca yang rusak. Agus Logo mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan pembangunan sekolah ini.

Kondisi Puskesmas Wesaput juga menjadi perhatian , dengan ruang yang terlalu sempit sehingga pegawai harus berbagi tempat. Selain itu, jumlah tenaga medis yang tidak mencukupi semakin memperburuk layanan kesehatan. Agus Logo menekankan bahwa efisiensi anggaran telah mengakibatkan pemutusan tenaga honorer , khususnya tenaga medis dan guru, sehingga sektor ini semakin terpuruk. Ia meminta pemerintah untuk segera mengaktifkan kembali tenaga honorer agar layanan kesehatan dan pendidikan tetap berjalan.

Sebagai solusi, Komisi C DPRK Jayawijaya mengusulkan kerja sama dengan berbagai pihak , termasuk perusahaan besar seperti PT. Freeport , untuk mendukung anggaran di sektor kesehatan dan pendidikan. Selain itu, ia mengajak kabupaten-kabupaten di Papua Pegunungan untuk bersatu dan berdiskusi dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam mencari solusi atas keterbatasan anggaran.

Dengan temuan ini, DPRK Jayawijaya berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret guna memastikan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat. Langkah proaktif dari seluruh pihak diharapkan dapat segera mengatasi krisis ini dan mewujudkan sistem pelayanan yang lebih layak dan berkeadilan

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Polsek Makimi Dampingi Penjualan 7,55 Ton Jagung ke BULOG

NABIRE – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui pendampingan penjualan…

2 jam ago

Merawat Kebersihan, Merajut Persaudaraan: Polres Intan Jaya Hadir di Kampung Wandoga

INTAN JAYA – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Intan Jaya melaksanakan…

2 jam ago

Subsidi Transportasi Udara dan Laut, Jalan Pemerintah Dekatkan Pelayanan ke Kampung

Oleh John NR Gobai DPR Papua Tengah Pengantar Masyarakat Papua 70% ada didaerah daerah yang…

4 jam ago

Polres Puncak Jaya Gelar Bakti Kesehatan dan Donor Darah Sambut HUT Bhayangkara ke-80

MULIA – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Puncak Jaya menggelar kegiatan bakti kesehatan…

6 jam ago

Polres Deiyai Gelar Baksos Bhayangkara, Wujud Nyata Kepedulian Polri

DEIYAI – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Deiyai bersama Polsek Tigi…

17 jam ago

DWP Tolikara Ikuti Rakerda Papua Pegunungan, Perkuat Peran Perempuan ASN

Wamena, 23 Juni 2026 – Upaya memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah terus dilakukan…

17 jam ago