Maichel Wonorengga: Cegah Lonjakan Harga, Awasi Distribusi dan Penimbunan

MULIA – Wakil Ketua III DPR Kabupaten Puncak Jaya, Maichel Wonorengga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini disampaikan sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, biasanya terjadi kenaikan permintaan dan berdampak kepada kurangnya pasokan serta naiknya harga barang. Maka dari itu pemerintah daerah harus memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan stok tersedia, sehingga masyarakat tidak terbebani,” ungkap Maichel kepada wartawan, Rabu (17/12/2025).

Ia menyebutkan, momentum akhir tahun kerap diikuti dengan meningkatnya permintaan bahan pokok, yang berpotensi memicu lonjakan harga di pasar. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk lebih aktif melakukan pemantauan langsung ke lapangan, khususnya di pasar tradisional dan pusat distribusi.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya sebatas pada harga, tetapi juga mencakup kelancaran distribusi barang. Ia menilai, keterlambatan distribusi dapat menjadi salah satu faktor utama terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga yang tidak wajar.

“Kami mendorong adanya koordinasi lintas sektor, mulai dari Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perhubungan hingga aparat penegak hukum, untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga, harus segera ditindak tegas sesuai aturan. Ini penting untuk memberi efek jera dan menjaga iklim perdagangan yang sehat,” tegasnya.

Maichel mengatakan, dengan pengawasan yang maksimal, masyarakat di Puncak Jaya dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan pokok. Para pelaku usaha diharapkan tidak memanfaatkan momentum Nataru sebagai ajang mencari keuntungan sebesar-besarnya.

“Kami mengimbau para pedagang agar tetap mengedepankan etika usaha dan tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah meningkatnya kebutuhan Masyarakat,” imbaunya.

Maichel meminta agar para pelaku usaha yang nakal untuk tindak tegas dengan mencabut izin usahanya. Hal itu harus dilakukan untuk memberikan efek jera sehingga para pedagang.

“Saya kira mengenai hal ini, kita berharap pemerintah daerah harus tegas, supaya ini jadi pelajaran baru, untuk menjaga semua harga stabilitas ekonomi di tahun-tahun yang akan datang di Kabupaten Puncak Jaya,” lugasnya.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Tangani Keaksaraan, Dispenbud Kota Jayapura Perkuat Jenjang Pendidikan Dasar

JAYAPURA-Penanganan masalah keaksaraan di Kota Jayapura, tetap menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota…

9 jam ago

DWP Papua Pegunungan Gelar Rangkaian Program Edukatif dan Sosial pada HUT ke-27, Dorong Lahirnya Perempuan Berkarakter dan Berdaya

WAMENA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Papua Pegunungan mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang…

9 jam ago

Jelang Agenda Besar Olahraga Daerah, KONI Papua Pegunungan Siapkan Pelantikan Pengurus Kabupaten dan Bimtek Strategis

WAMENA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Pegunungan mematangkan persiapan pelantikan pengurus KONI…

9 jam ago

Kantah Jayawijaya Lakukan Pengukuran Ulang Tanah Runway Bandara Wamena, Pastikan Presisi Data dan Kepastian Hukum

WAMENA — Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya memenuhi undangan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten…

1 hari ago

Kantah Jayawijaya Hadir dalam Mediasi Polres: Klarifikasi Teknis Pertanahan Distrik Asso Lokobal Jadi Fokus Utama

WAMENA – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Jayawijaya terus berkomitmen mendukung penanganan dan penyelesaian dinamika pertanahan…

1 hari ago

Kapolda Jermias Rontini Ingin Hidupkan Kembali Rumah Apung Kwatisore, Potensi Hiu Paus Nabire Didorong Jadi Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi Lokal

NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini berencana menghidupkan kembali rumah apung di…

1 hari ago