Daerah

Longsor Sarawandori Direspons Cepat Pemerintah Daerah

SERUI-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen bergerak cepat menangani musibah tanah longsor yang melanda Kampung Sarawandori I, Distrik Kosiwo Kabupaten Kep. Yapen. Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, bersama Plt. Sekretaris Daerah Harold Weno dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meninjau langsung lokasi kejadian sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako bagi keluarga terdampak.

Musibah tanah longsor yang terjadi pada 26 Agustus 2025 lalu, dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi sejak pukul 02.00 hingga 07.12 WIT. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut merusak dua rumah warga di RT 02 dan RT 01 Sarawandori Satu.

Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Roi Palunga menegaskan bahwa pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat untuk memulihkan akses warga.

“Situasi bencana di Sarawandori ini memang sangat memprihatinkan. Pemerintah harus bergerak cepat untuk membersihkan material longsoran agar akses masyarakat segera pulih. Kami berharap minggu depan jalur ini sudah bisa kembali terbuka,” ujar Roi Palunga.

Sejumlah personel dari Dinas PUPR, BPBD, serta dinas teknis lainnya dikerahkan bersama masyarakat untuk membersihkan material longsor di lokasi terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Yapen, Drs. Jhon Muai, menjelaskan bahwa longsor dipicu faktor cuaca ekstrem dan kondisi lereng yang rawan.

“Hujan deras yang berlangsung lebih dari lima jam membuat tanah menjadi jenuh hingga akhirnya longsor. Kondisi lereng yang curam, ditambah aktivitas manusia seperti penebangan pohon, memperburuk situasi,” ungkap Jhon Muai.

Ia menegaskan, bencana ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat Yapen untuk lebih waspada, khususnya mereka yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng gunung.

“Kami imbau masyarakat agar selalu waspada, karena cuaca ekstrem masih sering terjadi. BPBD bersama dinas terkait terus melakukan pemantauan dan siap menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan korban bencana,” tambahnya.

Dua rumah yang rusak berat dihuni beberapa keluarga korban. Meski harta benda mengalami kerusakan, para korban tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa.

Dengan penyaluran bantuan darurat dan gotong royong pembersihan material longsor, Pemkab Yapen berupaya memastikan kehidupan warga segera pulih. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Redaksi Potret Papua

Recent Posts

Resmi Bergabung, 11 Anggota DPR Papua Pegunungan Jalur Otsus Ucapkan Sumpah dan Janji untuk Sisa Masa Jabatan 2024–2029

WAMENA, 19 Oktober 2026 – Sebanyak 11 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Pegunungan…

55 menit ago

Sinergi Empat Provinsi Dorong Ekonomi Syariah, Papua Catat Kemajuan Positif

JAKARTA, 14 Oktober 2026 — Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Papua menunjukkan capaian…

1 jam ago

Dari Jalan Raya ke Lapangan Upacara, Kapolda Papua Tengah Tunjukkan Kepedulian Polri terhadap Pendidikan dan Pembentukan Karakter Generasi Muda

NABIRE –Ada pemandangan berbeda di lingkungan SMP Negeri 1 Nabire dan SMA Negeri 1 Nabire,…

2 jam ago

Buka Raker FOCIM Kota Jayapura, BTM Ingatkan FOCIM Untuk Berikan Perubahan

JAYAPURA-Setelah dilakukan pelantikan pada 25 September lalu, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Family of Christ International…

4 jam ago

Pesan Firman Tuhan di Gereja GPSDI Kristus Ajaib: Kapolres Dogiyai Ingatkan Bahaya Kepahitan dan Pentingnya Toleransi Antarumat

DOGIYAI – Kapolres Dogiyai Kompol Dr. Pieter Kendek memimpin ibadah Minggu Kasih di Gereja GPSDI…

6 jam ago

Razia Pekat di Depan Pos Kota Nabire, Polisi Sita 15 Motor Tanpa Surat, Puluhan Sajam, serta Minuman Keras Berbagai Jenis

NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) di depan Pos…

22 jam ago